Walikota Beberkan Bantuan Duka Berjalan Sejak 2023



Manado, MS  
Walikota Manado Andrei Angouw mengatakan, program tersebut meski tak bagian program yang dibawa dan Wakil Walikota Richard Sualang, tetap diprioritaekan.

Hal tersebut menanggapi dari beredarnya kabar di sejumlah platform media sosial (medsos).
Menurut walikota, program dana duka tersebut tidak ada dalam visi dan misi pemerintahan saat ini. 

Namun menurutnya, pemerintah perlu membantu orang yang sedang berduka. 

"Dana duka itu tak dalam visi dan misi Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS). Tapi sambil berjalan, kita merasa perlu membantu masyarakat yang berduka dan orang susah. Namanya dari program bantuan duka ke bantuan duka.," ujar Walikota, kemarin.

 Kemudian, sudah berjalan selama setahun itu tidak dalam bentuk dana. 

"Terhitung 2023 awal, Pemkot Manado mempunyai program tersebut, yakni bantuan duka dan tidak dalam bantuan dana,. Tujuannya, meminimalisir penyalahgunaan tentunya," ucap dia.

Dijelaskan kembali, penyalurannya, diberikan ke warga yang tergolong tidak mampu, yang sudah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 
Menyerupai, peti mati, perlengkapan duka, dan kain kafan. 

Di samping, Pemkot Manado turut memberikan BPJS Ketenagakerjaan untuk warga Manado kategori pekerja rentan. 

Didalamnya, terdapat pekerja informal, dan UMKM sekitar 30.000 warga Manado yang ter cover BPJS Ketenagakerjaan dan itu dibayarkan oleh Pemkot Manado. Itu mendapatkan 42 juta.

"Tentu itu dipakai untuk penguburan juga, dan juga dipakai untuk kelangsungan hidup dari keluarga, anak sekolah dan lain sebagainya," papar walikota.


"Hingga kini, rata-rata per bulan itu sekitar 70 peti mati dan sekitar 20 kain kafan yang diberikan Pemkot Manado kepada warga yang susah," pungkasnya. (devy kumaat)



Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting