Foto: Andrei Angouw
Walikota Prioritas Bangun Manado dan Tepis Rendahkan Warga Daerah Lain
Manado, MS
Walikota Manado Andrei Angouw tanggapi laporan sejumlah oknum warga Talaud yang menyebutkan merendahkan mereka.
Laporan yang dimaksud, seputar penyampaiannya soal Pendapatan Domestik Bruto Domestik (PDRB) Kabupaten Talaud yang rendah.
Dan, secara resmi lewat unggahan video di media sosial dijelaskan tak perlu lagi diperdebatkan.
Dikarenakan, hal utama baginya, yakni membangun Kota Manado lebih baik dan sejahtera.
Menurutnya, kalau pun ada daerah lain yang kecil itu, dirinya akan menyebutkan.
“Mungkin ada yang tersinggung. Tapi saya tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa. Kebetulan saja, saya pakai ilustrasi perbandingan. Dan, Kabupaten Talaud itu angka PDRB per kapitanya sesuai data BPS," kata walikota.
Berangkat dari situ walikota menyebut tak berniat diperpanjang sehingga dapat menjadi polemik di masyarakat.
“Tapi saya tidak mau berkomentar lebih. Saya tidak mau terjadi yang namanya debat kusir. Karena kalau terjadi debat kusir itu menyita tenaga. Dan saya sudah dipercayakan masyarakat Kota Manado, tentu tugas saya harus fokus, konsentrasi membangun kota Manado," ujarnya.
"Kalau saya terlibat debat kusir, saya akan gagal fokus. Nanti kalau saya gagal fokus, kage le PDRB rendah," tambah walikota.
Kembali ke laporan polisi, waikota menjelaskan, kalau itu adalah hak mereka sebagai setiap warga negara Republik Indonesia.
Sembari menyebut mereka para pelapor terdiri dari 2 kepala dinas, 2 kepala bagian, 7 camat dan 20 lebih kepala desa.
“Nda apa-apa, itukan hak pelapor, biasalah itu," singkatnya.
Diterangkan juga, disampaikan dengan memakai data Badan Penelitian Sosial (BPS). Itu pula resmi dari lembaga pemerintah.
"BPS adalah instansi vertikal, yang tidak bisa diintervensi oleh pihak siapa pun. Yang saya pakai itu adalah data valid dan fakta,” ungkapnya. (devy kumaat)







































Komentar