Tomohon Krisis Pangan? Ini Kata Walikota Caroll




Tomohon, MS - Luas lahan garapan tanaman pangan yang mencapai puluhan hektar tersebar di 44 Kelurahan se Kota Tomohon, bukan menjadi sebuah jaminan, jika petani tidak dibimbing, diarahkan dan diberikan bantuan. Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, S.H mengatakan dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan pangan nasional, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Kota Tomohon adalah program “marijo batanam”. 

"Program ini adalah program untuk penguatan kemandirian dan ketahanan pangan dari masyarakat, agar Tomohon tidak krisis pangan," ujar Walikota Caroll saat menghadiri kegiatan Kunjungan Kerja Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr. Jan S. Maringka, S.H., M.H., CGCAE di SLB Paulus Tomohon, akhir pekan kemarin. 

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Kota Tomohon terus mengajak para petani dan masyarakat benar-benar menyukseskan program tersebut karena program menanam bahan pangan pokok bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi krisis pangan. dan mendukung program ini pemerintah Kota Tomohon melalui instansi - instansi terkait akan terus mendorong dan memfasilitasi agar petani dan masyarakat terus menanam sehingga diharapkan ketersediaan pangan di kota tomohon terus terjaga. 

"Berbagai upaya juga lewat kegiatan-kegiatan instansi terkait, terus didorong untuk menjaga ketahanan pangan di kota tomohon. Sinergitas dan komitmen bersama yang diciptakan antara Pemerintah Kota Tomohon dan Kementerian Pertanian dalam hal ini inspektorat Kementan RI dalam melaksanakan kebijakan pengawasan kegiatan di bidang ketahanan pangan diharapkan mampu mewujudkan ketahanan pangan, mewujudkan pembangunan pertanian tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran untuk turut menyukseskan ketahanan pangan nasional," jelasnya.

"Komitmen kami pemerintah Kota Tomohon untuk terus berpartisipasi dan memberikan kontribusi nyata dalam program ketahanan pangan, diantaranya dengan melindungi lahan pangan berkelanjutan dari alih fungsi lewat LP2B dan terus mendorong serta memfasilitasi berbagai kegiatan yang tujuannya untuk ketahanan pangan," tuturnya sembari menyambut kedatangan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr. Jan S. Maringka, S.H., M.H., CGCAE.

Sementara itu, Irjen Kementan RI Jam Maringka mengatakan, "Pemerintah RI dalam hal ini Kementerian Pertanian Republik Indonesia bukan asal-asalan memberikan penghargaan kepada kepala daerah. Pemerintah bukan semaunya memberikan penghargaan. Artinya pertama diusulkan, kemudian ada klarifikasi berikutnya," jelasnya.

Maringka menambahkan, Kementerian Pertanian secara khusus memberikan jaminan bahwa penghargaan ini tidak asal diberikan. Pemberian penghargaan sudah dilakukan penelitian terlebih dahulu sebelum disetujui untuk diberikan

"Kegiatan Hortikultura, Tomohon sudah dikatakan sebagai bunga. Karena bukan hanya tingkat lokal, namun sudah di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional," ujarnya.

"Mari kita dukung prestasi Kota Tomohon sebagai Kota Bunga, dan marilah kita semuanya untuk mendukung prestasi Kota Tomohon sebagai Kota Bunga," sambungnya.

Hadir juga Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua Ibu Angelica Tengker, Ketua TP-PKK Kota Tomohon Ibu drg. Jeand'arc Senduk-Karundeng, Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Dr. Aldjon Dapa, M.Pd., Kepala SLB Paulus Tomohon Henny Kiriweno, S.Pd., Jajaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Jajaran Pemerintah Kota Tomohon. (RommyKaunang)





Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting