DLH Gandeng PKK Tomohon Sosialisasi Bank Sampah




Tomohon, MS - Pengelolaan sampah yang baik adalah tidak ada sampah. Tomohon tercatat dalam produktivitas sampah  per hari mencapai 38-42 ton. Itu berarti  perlu ada sosialiasi kepada masyarakat kota Tomohon untuk dapat mengendalikan produksi sampah. Demikian dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc F. Senduk-Karundeng saat membuka acara bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Selasa (27/6) sekitar jam 10 pagi.

Bertempat di Gedung Michi No Eki Pakewa Tomohon, Jeand’arc didampingi Kadis DLH John Kapoh mengatakan bahwa sosialisasi Bank Sampah ini penting agar selain masyarakat diuntungkan dengan nilai jual sampah pilah, maka pengendalian sampah di kota ini menjadi terkendali. 

“Harusnya ini menjadi titik tolak agar Kota Tomohon menjadi bersih. Upaya program ini jangan sampai hanya di kalangan atas saja, tetapi silahkan dalam struktur yang ada, baik kecamatan turun ke kelurahan dan Kepala Lingkungan serta wakilnya, dapat menyampaikan ke masyarakat tentang pengendalian lingkungan hidup, dalam hal ini adalah penanggulangan masalah sampah,” ujar JF, sebutan akrab Jeand’arc Florentia Karundeng itu sembari mengatakan bahwa Tim penggerak PKK menjadi motor dalam mengontrol sampah di kecamatan, kelurahan dan rumah masing-masing, sebab ini menjadi peran yang tidak bisa diwakilkan. 

“Tim penggerak PKK yang ada diharapkan dapat mengambil peran secara aktif. Sebab kalau tidak siapa lagi. Untuk itu seluruh kader PKK yang tersebar di 44 kelurahan dapat menjalankan fungsi ini yang dimulai dari tengah keluarga dulu,” pinta JFK yang  adalah juga Ketua Palang Merah Indonesia Cabang Tomohon itu. 

Di tempat yang sama, Kadis DLH John Kapoh menceritakan tentang awal mula tentang Bank Sampah sebagai upaya dalam mengendalikan Lingkungan hidup khususnya mengendalikan sampah dengan berinovasi. 

“Sebagaimana pada tahun lalu kita telah membuat Pusat Pengelolaan Sampah Organik Terpadu dan Pertanian Organik (PPSOTPO) di tanggal 22 April 2022, waktu itu dalam rangka Hari Bumi, dan Tomohon mendapat penghargaan karena PPSOTPO salah satu indikator keberhasilan dari smart city, kemudian telah dilakukan pembentukan Bank Sampah di setiap Kecamatan,” tuturnya seraya berharap ke depan bank sampah induk masih swasta yang mengelola jadi harapan akan membentuk Bank Sampah induk yang dikelola oleh pemerintah. 

Seperti diketahui, lanjut Kapoh,  dalam rangka pengelolaan sampah terkait dengan target pengurangan dan penanganan karena kebijakan dan strategi nasional yang ada di daerah Tomohon, diminta oleh pusat untuk pengurangan 30% dan penanganan 70% sampai dengan tahun 2025, sehingga dalam berbagai upaya implementasinya secara bertahap dengan berbagai kegiatan dan program bisa jalan baik. 

“Implementasinya, ke depan yang sudah dipelopori Dinas Lingkungan Hidup, ada instruksi kepada ASN dan akun peduli sampah orang di dinas, setiap hari Jumat kita kumpul sampah semua ASN dan akun secara skala kecil dulu karena kalau memang skala besar langsung melibatkan masyarakat, memang butuh waktu yang cukup panjang sehingga kita mempelopori menjadi contoh pemerintah dinas untuk setiap Jumat itu ada aksi kumpul sampah,” tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut pejabat terundang eselon II dan III, para camat, aktivis dan kader PKK se-kota Tomohon (rommykaunang)





Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting