Tangkal Hoax, STIK Rajawali Talaud dan Polda Sulut Bersinergi


Beo, MS
Peran perguruan tinggi guna memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat, sangat dibutuhkan. Hal itu dinilai penting sebab saat ini marak beredar kabar atau informasi yang belum tentu akurat dan teruji kebenarannya.

Tanggung jawab itu kembali diambil Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIK) Rajawali di Kabupaten Kepulauan Talaud. Guna memberikan pencerahan di masyarakat terkait perkembangan berita-berita hoax, maka digelar seminar di Aula Kampus STIK Rajawali, Selasa (7/2/23).

Seminar sehari dengan tema, ‘Bijak Medsos Hoax Menyingkir Mahasiswa Kritis  Ekstrimisme Minggir’ ini, diinisiasi bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut).

“Kegiatan seminar ini dilaksanakan karena masyarakat saat ini sering kali masih terpengaruh dengan berita-berita hoax yang sering menyebar di media sosial. Misalnya, yang pululer saat ini yakni adanya penculikan anak,” terang Direktur Intelkam Polda Sulut yang diwakili AKBP Drs Wilem  L Rori, dalam sambutannya dihadapan peserta seminar.

Ia pun menjelaskan terkait perkembangan situasi saat ini, gambaran umum terkait radikalisme, cara mengatasi berita berita hoax yang berkembang, serta cara melawan berita-berita hoax dan bagaimana cara mencegah radikalisme. “Kami mendorong khususnya mahasiswa agar menjadi bagian masyarakat modern. Adanya berita berita tentang penculiakn anak yang berkembang saat ini, mari kita sikapi hal itu dengan lebih bijak lagi,” pesan Rori. 

Kemudian, pada pemaparan materi yang disampaikan Raymond Kaya, menyikapi soal media sosial, vloger youtuber, emergent Space of digital, Daily Vlog, Travel Vlog, Relationssip Vlog, Beutty dan Lifestile Vlog Kids Vlog serta Cinematic Vlog.

Sementara, mahasiswa  serta seluruh peserta mengaku bangga karena terlibat langsung dalam seminar sehari tersebut. Pasalnya, mahasiswa dilatih untuk secara kritis dalam menyikapi dunia internet hingga mengenai berita-berita lewat internet.

“Kami selaku mahasiswa berterima kasih karna dengan adanya seminar ini akan memberikan edukasi baik dalam lingkungan kampus bahkan pun di luar kampus,” koar sejumlah mahasiswa. 

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan guru. “Kami berterima kasih atas  pelaksanaan seminar ini, terlebih saat ini adanya berita berita terkait penculikan anak  yg sudah meresahkan. Namun, dengan adanya kegiatan ini kami merasa puas dan merasa tenang namun kami tetap waspada terhadap situasi di sekitar kita. Kami juga berharap dapat dijadwalkan kegiatan seminar oleh Polda  dengan siswa-siswa SMU yang ada di Talaud untuk lebih menambah wawasan para siswa,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Ketua STIK Rajawali  Talaud Arthus D Larumu, SKom MTI, berterima kasih kepada pihak Polda yang sudah memberikan pembelajaran membahas konten -konten yg ada di dunia internet. “Terima kasih kepada Polda Sulut, serta semua pihak yang terlibat khususnya para peserta yang hadir. Kami berharap kegiatan Polda ‘goes to kampus’ ini terus diadakan oleh pihak Polda Sulut,” imbuhnya.

Sebelum dimulai, dilaksanakan registrasi peserta yang terdiri dari mahasisawa, guru guru SMU dan PNS. Jumlah peserta kurang lebih 70 dan dihadiri Camat Kecamatan Beo Fretsly Ontorael SSTP.(MySol)



Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting