Trafficking Terus Ditekan


 

Ratahan, MS

Trafficking (perdagangan) manusia, menjadi perhatian serius pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra). Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang merupakan kejahatan transnasional dan mengancam kehidupan manusia khususnya perempuan dan anak, terus diangkat.

Berbagai upaya telah dan tengah dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Mitra guna menekan angka kasus trafficking tersebut.

 

Salah satunya, gelaran Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan TPPO di Tombatu, dengan narasumber yakni Kepala UPTD-PPA Sulut Marsel Silom dan peserta giat diantaranya staf khusus bupati bidang PPA, pengurus PKK kabupaten, Dinas Pendidikan, unsur Polri, para camat dan hukum tua serta tokoh masyarakat dan agama, Selasa (4/10).

 

Kepala Dinas DP3A melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Mitra Grace Gosal menyampaikan, kegiatan dimaksud bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pihak-pihak terkait tentang TPPO dan bagaimana sebab akibat apabila terjadinya perdagangan orang.

 

“Sekaligus juga menerima masukan-masukan dan solusi dari para stakeholder dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO. Sebab sangat diperlukan keterlibatan serta partisipasi dari masyarakat,” beber Gosal.

 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DP3A Olvie Lengkey menyampaikan, sosialisasi ini menjadi salah satu bukti komitmen Pemkab Mitra untuk melibatkan semua pihak untuk meminimalisir terjadinya TPPO.

 

Lengkey mengungkapkan, perlunya mencegah terjadinya segala bentuk dan praktek yang berindikasi pada tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi anak. Serta penegakan hukum terhadap pelaku dan perlindungan hukum bagi saksi atau korban, sembari terus membangun kerjasama dan koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

 

“Karena hal ini tidak hanya merupakan tanggung jawab para pemangku jabatan ataupun para aparat hukum,namun sudah menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Lengkey.

 

Diperoleh informasi, Kepala UPTD-PPA Marcel Silom membeberkan data penanganan TPPO hingga Oktober 2022 untuk daerah Sulut yakni mencapai 220 kasus. Didominasi pada jenis kekerasan seksual. Modus operandinya bervariasi, mulai dari pernikahan, adopsi anak terlantar, perekrutan anak jalanan, bahkan menjual teman sendiri kepada pria hidung belang. (recky korompis)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting