Foto: Victor Mailangkay
Perusakan Rumah Ibadah Diharap Tidak Terulang di Sulut
Manado, MS
Peristiwa terkait dugaan perusakan rumah ibadah di Kabupaten
Minahasa Selatan (Minsel) ramai dibahas publik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) pun ikut buka suara. Kejadian seperti ini
diharapkan tidak terjadi lagi.
Tanggapan tersebut datang dari Wakil Ketua DPRD Sulut,
Victor Mailangkay. Ia awalnya mengapresiasi sikap pemerintah kabupaten dalam
hal ini Bupati Frangky Wongkar. Bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) Kecamatan Tareran dan Kepala Desa Tumaluntung mampu proaktif
melakukan langkah pencegahan sehingga masalah tersebut tidak menyebar luas.
"Diharapkan kedepan lebih menahan diri. Bisa saja
dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyulut pemeluk agama tertentu sehingga
terjadi bentrok horisontal. Supaya bisa mengendalikan diri agar tidak
menyusahkan kelompok agama yang lain," ungkap politisi Partai Nasional
Demokrat itu, baru-baru ini, saat dihubungi.
Disampaikannya, khusus pelaku perusakan ada dua cara untuk
diselesaikan. Pertama, pertemuan antara pimpinan gereja atau petinggi sinode di
sana untuk ambil langkah yang tepat pasti langkah. Selanjutnya disampaikannya,
supaya peristiwa itu tidak dilakukan atau tidak terulang lagi. "Baik oleh
oknum yang sama maupun oknum yang lain," tuturnya.
Dirinya berharap, antara pimpinan gereja sangat perlu untuk
bertemu. Kemudian membicarakan persoalan ini dengan baik. Dengan demikian bisa
diselesaikan. "Langkah yang perlu diambil pimpinan gereja supaya ada
perdamaian. Tidak hanya secara formal baku dapa. Ini supaya da pertemuan dari
hati ke hati," ucapnya. (arfin tompodung)














































Komentar