Sulut Pintu Masuk TKA Asal China

Dipertanyakan Komisi IX DPR RI


Manado, MS

Polemik seputar ketenagakerjaan jadi tujuan kedatangan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) ke Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut). Terungkap dalam kunjungan legislator Senayan, bumi Nyiur Melambai menjadi pintu masuk tenaga kerja asing (TKA). Utamanya mereka yang datang dari China.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mempertanyakan terkait sedikitnya ada 8.000 TKA asal Tiongkok yang berada di Sulut sebagai pekerja. Hal itu disampaikan Felly di saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Kantor Gubernur Provinsi Sulut, Jumat (28/5).

"Persoalan ketenagakerjaan merupakan persoalan mendasar bagi seluruh masyarakat karena menyangkut hak-hak dasar warga negara dan pemenuhan kesejahteraan dan hak memperoleh pekerjaan," katanya.

"Oleh karenanya kami selaku wakil rakyat memandang penting mengawasi secara sering, secara mendalam dan berkelanjutan setiap kebijakan dan program yang berkaitan dengan kepentingan rakyat terutama persoalan ketenagakerjaan," sambung Felly.

Berbagai persoalan ketenagakerjaan menurut Felly berkembang di masyarakat dan telah menjadi perhatian khusus Komisi IX DPR RI. Terutama tenaga kerja asing asal China yang masuk di Indonesia. Khususnya pada masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Sulut.

"Komisi IX DPR RI merasa perlu melihat sejauh mana pengawasan pelaksanan kebijakan program dan kegiatan serta upaya Pemerintah Provinsi Sulut dalam menangani persoalan masuknya tenaga kerja asing asal China sebagai dampak Covid-19," tanya Felly.

Dari kunjungan kerja tersebut politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini berharap akan memperoleh masukkan secara langsung. Baik dari pemerintah daerah, mitra kerja maupun masyarakat umum. Itu terkait dengan pelaksanaan, program dan kegiatan serta anggaran yang dibiayai pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Menjawab itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw pada kesempatan yang sama mengakui terkait tudingan adanya 8.000 TKA asal China tersebut.

"Memang sampai tahun 2021 (TKA) yang masuk ada 7.995 TKA, tapi para TKA hanya lewat saja, dan di Sulut sendiri TKA asal China hanya 150 orang yang lainnya mereka hanya transit, tinggal lima hari, diisolasi lalu lanjut ke Morowali, Maluku Utara," kata Steven.

Menurut Kandouw, Sulut memang ditunjuk pemerintah pusat sebagai pintu masuk TKA. Disebutkannya, memang hanya ada dua pintu masuk di republik ini yakni di Jakarta dan Manado.

"Di satu sisi ini berkah bagi kita, karena pak gubernur sudah menerapkan Pergub (peraturan gubernur) siapa saja yang masuk harus menerapkan karantina walaupun hanya transit, kami sudah tetapkan hotel-hotel yang betul-betul sudah mendapatkan sertifikasi untuk melaksanakan karantina ini," jelasnya.

Menurut informasi juga, pihak Imigrasi sangat ketat untuk tenaga kerja asing. "Di sini bahkan ada sanksi dan denda yang besar sampai kedapatan keluar dari hotel," tambah politisi PDI Perjuangan ini. (sonny dinar)


Komentar

Populer Hari ini


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting