Nama RSUD Provinsi Sulut Tergantung Putusan Eksekutif


Manado, MS

Polemik penamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus menjadi ‘buah bibir’. Desas desus seputar persoalan ini pun ditanggap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulut, Fransiscus Silangen. Teranyar, putusannya nanti tergantung pihak eksekutif.

Silangen menyampaikan, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Sulut, kedatangan para dokter senior di Sulut yang membawa aspirasi. Mereka menawarkan sederet nama yang bisa dipakai untuk RSUD Provinsi Sulut yang telah tertera label ODSK tersebut. Hanya saja menurutnya, aspirasi itu akan diteruskan ke Gubernur Sulut Olly Dondokambey. "Untuk penentuannya memang kewenangan dari eksekutif. Kami dewan karena ada aspirasi dari para dokter maka tugas kami menyampaikan itu. Dan gubernur sudah merespon," ungkap Silangen saat dihubungi, Rabu (5/5).

Nanti mereka para dokter ini akan difasilitasi untuk melakukan pertemuan dengan gubernur. Agenda bakal dibuat antara gubernur dan para dokter senior-senior ini. "Nanti pak gubernur yang akan jelaskan langsung," paparnya.

Ia menjelaskan, memang untuk sebutan ODSK itu, setiap orang bisa bermacam-macam menginterpretasi. Entah program operasi daerah selesaikan kemiskinan ataukah program untuk menyelesaikan masalah dalam hal kesehatan dan gangguan kesehatan. "Kalau saya mengatakan itu optimalisasi dukung sadar kesehatan. Terkait apa yang saya sampaikan terkait nama Prof Kapoyos ODSK itu hanya usulan saya. Tapi ini masih akan dibicarakan bersama. Harus berkonsultasi antara gubernur dan para dokter. Kita hanya sampaikan aspirasi apakah usulan para dokter itu diterima atau tidak itu kewenangan dari eksekutif," kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar