CASN Diminta Jangan Percaya Calo


Manado, MS

Pintu penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021, segera dibuka. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) pun beri respon. Masyarakat yang akan mendaftar diminta jangan percaya calo.

 

Anggota Komisi I DPRD Sulut, Fabian Kaloh menyampaikan, dirinya pernah menjadi kepala kepegawaian Tahun 2006. Ketika itu, rekrutmen sudah menggunakan model pemeriksaaan soal dengan sistem komputer. Sejak itu, sebenarnya tidak ada lagi yang bisa bermain dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). "Justru ada para spekulan, dia membujuk CPNS dengan janji macam-macam. Padahal, waktu dia (CPNS-red) lolos, itu karena kemampuannya sendiri," ungkap Kaloh, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

 

Menurutnya, masyarakat harus diberi edukasi agar lebih percaya diri. Jangan berharap kepada calo karena sistem penerimaan sekarang ini sudah ketat dan sulit terjadi penyimpangan. "Jangan percaya kepada calo atau para spekulan. Masyarakat harus percaya, tidak ada lagi yang seperti itu (lewat calo-red) sekarang,"  tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

 

Seharusnya menurut dia, calo-calo yang spekulan seperti itu, sudah tidak ada lagi. Sebab secara internal, mereka yang terlibat melakukan proses rekrutmen telah mengetahui bahwa sangat sulit bermain kotor di sistem saat ini. "Kalaupun ada, harus ditindak. Itu pidana. Sebelumnya, kan kita tahu penerimaannya kuat sekali dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme-red). Misalnya, yang diterima ponakannya kepala daerah dan sebagainya. Namun sekarang, dia (CPNS-red) harus ikut seleksi, hari itu juga diperiksa. Kecil sekali celah terjadi penyimpangan dan nepotisme," ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, spekulan ini tidak berpotensi terjerat hukum. Hal itu karena dia membuat kesepakatan, kalau CPNS tidak jadi maka uangnya dikembalikan. "Ada banyak orang pandai, tapi karena tidak percaya diri, dia pakai calo. Jawabannya, kebetulan bagus, dia lolos. Di situasi ini, calo spekulan beruntung. Padahal karena orang itu pandai dan kemampuannya sendiri. Kalau tidak lolos, uangnya dikembalikan maka calo tidak terjerat hukum. Kecuali, ada yang uangnya tidak dikembalikan," tuturnya. (arfin tompodung)

 


Komentar