Foto: Cindy Wurangian
Dewan Minta Perjelas Lokasi Terjadinya Kelangkaan Pupuk
Manado, MS
Problem kelangkaan pupuk menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Wakil rakyat Gedung Cengkih mendorong daerah yang kekurangan supaya bisa melapor. Seraya meminta untuk memperjelas lokasi terjadinya kelangkaan pupuk tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Sulut, Cindy Wurangian mengungkapkan, pihaknya telah melakukan kunjungan kerja berhubungan dengan adanya laporan masyarakat bahwa sedang terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi. Dalam aksi turun lapangan itu, para wakil rakyat melakukan random lokasi. Kemudian mendapatkan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Selatan. Hanya saja, hasil turun lapangan justru menemukan fakta berbeda.
"Kami turun bersama dinas pertanian dan produsen pupuk. Pupuk Indonesia. Ke kios dan kami dapati tidak ada masalah. Barang ada, stok (pupuk, red) ada, kontinuitasnya juga berjalan lancar. Berdasarkan itu, saya bingung masalahnya ada dimana. Kalau ada laporan dan masyarakat sulit dapatkan pupuk kami minta info dimana lokasi yang pasti," ungkap Wurangian, baru-baru ini, di tempat kerjanya.
Ditegaskannya, apabila ada daerah yang terjadi kelangkaan pupuk maka pihaknya akan bersama-sama mencarikan solusi. Jangan sampai menurutnya, ada info pupuk langka namun tidak tahu dimana lokasi terjadi kelangkaannya. "Jangan hanya bilang pupuk langka. Tapi dimana. Di sana tapi tidak tau dimana. Makanya kita inisiatif random turun di kios. Tapi tidak ada masalah," ucap wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung ini.
Memang ia mengakui, lewat penjelasan dinas terkait dari segi kuota terjadi jarak yang cukup jauh. Itu antara kebutuhan di lapangan dengan kuota yang ada. "Memang dari dinas bilang harusnya kebutuhan itu ada 75 ribu ton tapi kuota hanya 21 ribu ton, memang ada kurang. Tapi itu berangsur-angsur nanti dinas akan perjuangkan supaya kuotanya bisa lebih banyak," ungkap Cindy.
"Tapi untuk sekarang yang disalurkan minimal di titik yang kami kunjungi tidak ada masalah," kuncinya. (arfin tompodung)












































Komentar