Foto: Cindy Wurangian
Harga Rica Melambung, Deprov Turun Tangan
Manado, MS
Polemik harga rica (cabai, red) yang terbilang fantastis memantik reaksi serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Wakil rakyat Gedung Cengkih menyoroti persoalan tersebut. Persoalan klasik ini dinilai tak kunjung ditemukan jalan keluar.
Lonjakan harga cabai rawit mencapai angka Rp100 ribu per kilogram dikritisi. Ketua Komisi II DPRD Sulut, Cindy Wurangian menyentil kinerja dinas terkait. Kenaikan harga cabai dinilai merupakan masalah klasik yang selalu terjadi. "Masalah klasik yang selalu terjadi, tapi sampai sekarang tetap terjadi tanpa ada solusi yang nyata," ungkap Wurangian, Jumat (5/3).
Persoalan ini disebut menjadi tanggung jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut. Dengan kejadian ini menjadi ukuran kinerja dinas terkait. "Seharusnya ini salah satu tolok ukur penilaian kinerja dinas-dinas terkait, termasuk asisten yang membidangi," ucap politisi Partai Golongan Karya.
Wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung ini menambahkan, untuk pemanggilan dinas terkait masih dikomunikasikan pihak Komisi II DPRD Sulut "Kita masih komunikasikan," ucapnya.
Diketahui, berdasarkan hasil penelusuran di pasar harga rica menyentuh Rp100 ribu per kilogram. (arfin tompodung)












































Komentar