KPU Sulut Siap Bukukan Karya Para Jurnalis


Manado, MS

Ide menarik akan dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut). Karya jurnalistik yang dilahirkan insan pers dalam tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, bakal dibukukan. Ini nantinya menjadi dokumentasi sejarah terkait pelaksanaan pesta demokrasi yang baru saja dilewati.

Upaya untuk membukukan tulisan para jurnalis itu, difasilitasi dalam Rapat Evaluasi keterbukaan akses infromasi dan dukungan kemitraan media massa dalam penyelenggara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020 yang diselenggarakan KPU Provinsi Sulut, sejak Rabu (24/2) hingga Kamis (25/2), di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara (Minut).

Dalam kegiatan tersebut, komisioner KPU Sulut Salman Saelangi menjelaskan, KPU Sulut berencana untuk membukukan semua berita mengenai tahapan pilkada. Ini dimaksudkan agar buku tersebut nantinya bisa meninggalkan rekam jejak untuk pilkada ke depan. Selain itu juga sebagai bentuk apresiasi KPU Sulut atas karya jurnalistik dari para awak media. "Kami berharap apa yang dilakukan KPU saat ini bisa menjadi barometer pada pelaksanaan pilkada berikut. Nantinya jika sudah dibukukan bisa jadi patokan penyelenggara pemilu untuk melaksanakan pilkada,” ungkap Salman.

Ia mengungkapkan, memang dalam kemitraan antara KPU dan media sebagai satu hal positif yang membuat pelaksanaan Pilkada di Sulut bisa berjalan dengan baik. Menurutnya, masyarakat banyak mendapat edukasi tentang pilkada, lewat tulisan-tulisan dari para jurnalis. Ini berlaku dalam semua tahapan yang dilakukan KPU terkait pemilihan gubernur (Pilgub). "Dan secara tidak langsung hal tersebut membuat tugas KPU juga menjadi sedikit ringan," ucap Salman.

Melalui tulisan-tulisan yang berimbang dari rekan-rekan jurnalis, pihaknya sebagai penyelenggara merasa terkontrol dalam hal kinerja. Walaupun diakuinya, ada seringkali hal-hal yang terasa kontroversial dalam penulisan. "Namun itu tetap menjadi koreksi bagi kami sebagai penyelenggara," jelasnya dalam kegiatan yang turut didampingi Kepala Sub Teknis dan Hubungan Masyarakat Rudy Dalonsang dan mantan Komisioner KPU Gorontalo Ferianto Majoa. (arfin tompodung)

 


Komentar