Politik Uang Pemicu Pemiskinan Masyarakat


Manado, MS

Polemik politik uang terus menjadi perhatian serius Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut). Aksi tersebut dinilai sangat memberikan dampak buruk di tengah masyarakat. Termasuk menjadi penyebab secara tidak langsung terjadinya kemiskinan.

Tindakan money politic dinilai akan memberi efek negatif terhadap tindakan koruptif dari kandidat yang terpilih. Ini kemudian berimplikasi terhadap pemiskinan masyarakat. “Kandidat yang memainkan politik uang akan mengeluarkan biaya kampanye yang besar. Hal ini membuat sang kandidat yang nantinya terpilih akan berupaya mengembalikan modal kampanyenya dengan cara-cara koruptif. Implikasinya pada pemiskinan masyarakat dan ini adalah dosa besar,” tegas Anggota Bawaslu Sulut Kenly Poluan saat meresmikan Kelurahan Batu Lubang, di Pulau Lembeh Kota Bitung, sebagai Kampung Pengawasan Anti Politik Uang.

Eks Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tersebut, memberi apresiasi terkait kesadaran pemerintah setempat dan masyarakat Batu Lubang untuk menjadikan kampung pengawasan anti politik uang. “Tentunya ini menjadi satu langka penting. Komitmen tolak politik uang dari masyarakat setempat yang tentunya didukung oleh pemerintah didalamnya akan menjadi dampak positif akan suksesnya Pilkada 2020,” ucap Kenly didampingi Anggota Bawaslu Bitung Sammy Rumambi.

Kenly berharap, dengan diresmikannya Kelurahan Batu Lubang sebagai kampung pengawasan, masyarakat bisa secara proaktif mengawal jalannya setiap proses Pilkada yang ada. “Jadi saya harap masyarakat Batu Lubang Pulau Lembeh ini bisa jadi contoh yang baik bagi daerah lainnya. Yakinlah dengan tolak politik uang akan memberi dampak positif bagi daerah yang kita cintai ini,” kunci Kenly. (arfin tompodung)

 


Komentar