Pemberian Surat Suara Bagi Pindah Memilih Diwarning


Manado, MS

Catatan penting dilayangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut). Petugas di kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) diminta untuk memperhatikan warga yang melakukan pindah memilih antar daerah. Antisipasi terjadinya pemberian surat suara lebih jadi penyebab.

Problem tersebut diungkap, Anggota KPU Provinsi Sulut, Lanny Ointu. Ia menegaskan, walaupun Undang-Undang memberikan ruang untuk bisa pindah memilih namun disarankan agar menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimana warga itu terdaftar. Upaya ini demi mencegah terjadi persoalan di kemudian hari. "Makanya petugas di TPS itu bagusnya, datang pagi sekali dan langsung bertugas, kita tidak menginginkan lagi adanya surat suara diberikan lebih. Banyak terjadi waktu pemilihan umum (pemilu) 2019 yang mendapatkan surat suara lebih padahal hanya berhak satu surat suara," ungkap Ointu, baru-baru ini.

Dijelaskan Ointu, di waktu pemilu 2019 ada kejadian warga dari Pulau Jawa datang memilih di Sulut. Pihaknya pada waktu itu tidak mengizinkan sebab tidak mempunyai dan mengurus surat pindah memilih. "Ada yang datang diberikan surat suara lebih padahal dia sudah miliki surat A5 yang seharusnya cuma mendapat satu surat suara tapi diberikan lebih dari satu surat suara. Mereka mendapat 2 dan 3 surat suara bahkan sampai 5 surat suara. Kan kita waktu itu pemilihan ada lima kertas suara pemilu 2019," tuturnya.

Sesuai dengan catatan di pemilu 2019, terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU) paling banyak bukan karena mencoblos lebih dari satu namun pemberian surat suara lebih. Maka dirinya memberikan peringatan terkait perhelatan pilkada serentak 2020 ini. Jangan sampai ada pemberian lebih surat suara kepada yang pindah memilih di daerah yang memiliki perhelatan dua pilkada yakni kabupaten kota dan provinsi. "Harus diperhatikan bagaimana masyarakat yang non pilkada akan pindah memilih dari daerah yang akan pilkada. Yang seharusnya tidak boleh diberikan surat suara lebih kemudian diberikan teman-teman KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Jangan mereka diberikan surat suara lebih dari satu padahal semestinya hanya satu surat suara," kuncinya. (arfin tompodung)

 


Komentar