Generasi Sekarang Diminta Tiru Spirit Perjuangan Para Pahlawan
Pjs Gubernur-Kapolda Ziarah ke TMP Kairagi
Laporan: allan doringin/sonny dinar
Momen Hari Pahlawan kembali menggugah rasa. Peringatan yang jatuh tanggal 10 November tersebut diharapkan membakar semangat perjuangan bagi generasi sekarang ini. Teladan itu sesuai yang telah ditunjukkan para pahlawan bangsa.
Dorongan tersebut diberikan Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Agus Fatoni tatkala memimpin upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi Manado, Selasa (10/11), didampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan upacara yang mengikuti protokol kesehatan Covid-19 tersebut, dilanjutkan dengan ziarah yang ditandai dengan pelaksanaan mengheningkan cipta kepada arwah para pahlawan, peletakkan karangan bunga serta tabur bunga di pusara para pahlawan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang hadir.
Seusai upacara, Fatoni mengajak kepada semua masyarakat Sulut untuk menghayati jasa para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan bangsa ini. “Dalam setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan ini maka setiap tahun pula kita bisa mengambil hikmah dan mengambil semangat,” ujarnya.
Lanjut Fatoni, semangat kemerdekaan dari para pahlawan sangat relevan diteladani dan diimplementasikan di masa sekarang. “Untuk generasi saat ini kita perlu meniru semangat para pahlawan yaitu semangat berjuang,” tandasnya.
Diketahui, di selah-selah memimpin upacara ziarah Fatoni pula mengumumkan Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu atau Arnold Mononutu menjadi pahlawan nasional ke-10 asal Sulut. Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyematkan gelar pahlawan nasional kepada Arnold Mononutu pada peringatan hari pahlawan tahun ini, di Jakarta. Arnoldus Mononutu lahir di Manado, Sulawesi Utara, 4 Desember 1896 – meninggal di Jakarta, 5 September 1983 pada umur 86 tahun. Dia adalah mantan Menteri Penerangan dan Duta Besar Indonesia pertama untuk Tiongkok. Selain itu ia pernah menjadi anggota Majelis Konstituante dan Rektor Universitas Hasanuddin Makasar.
Terkait penyematan gelar pahlawan nasional untuk Arnold Mononutu, Fatoni menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang sudah memberikan gelar pahlawan kepada salah satu tokoh dari Bumi Nyiur Melambai. “Ini merupakan suatu kebanggaan dan menjadi semangat bagi masyarakat Sulut untuk terus berjuang dalam mengisi kemerdekaan di Republik Indonesia,” katanya.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, upacara ini bertujuan untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara. “Sesuai dengan tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, yaitu Pahlawanku Sepanjang Masa, maka sebagai generasi penerus bangsa kita wajib meneladani, menghormati sekaligus meneruskan cita-cita para pahlawan untuk mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan bermartabat,” pungkas Abast.
Turut serta dalam kegiatan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang, Danlantamal VIII Manado Brigjen TNI (Mar) Donar Philip Rompas, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong, Danlanudsri diwakili Kadispers Letkol (Adm) Kubais Baraham, Kajati Sulut Andi M Iqbal Arif, Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut Rinny Tamuntuan serta jajaran pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (*)













































Komentar