GOLKAR INCAR SULUT CS


Jakarta, MS

Hasrat Partai Golongan Karya (Golkar) meraih hasil optimal di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 menggebu. Target kemenangan 60 persen kembali dipertegas. Pasukan Beringin yang dikomandoi Airlangga Hartarto optimis menjawarai pertarungan politik di mayoritas daerah penyelenggara Pilkada, termasuk Sulawesi Utara (Sulut).

Semangat itu meletup di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-56. Airlangga dalam pidato di Jakarta, Sabtu (24/10), menyebut geliat pemenangan di Pilkada 2020 sekaligus merupakan strategi awal untuk menaklukkan panggung Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

“Target kemenangan minimal 60 persen (Pilkada 2020, red) insya Allah akan tercapai, dan semua itu merupakan langkah awal kita untuk merebut kejayaan Partai Golkar pada Pemilu 2024 kelak,” ujarnya.

Langkah konsolidasi pun dipacu demi meraih target tersebut. Airlangga mengatakan Golkar aktif melakukan berbagai pertemuan serta merampungkan Musda di berbagai wilayah, khususnya untuk menghadapi Pilkada Desember mendatang.

“Dari Aceh hingga Papua, para pendekar Partai Golkar akan bekerja keras meraih sukses lewat cara-cara kampanye yang adaptif dan kreatif, sambil tetap mematuhi protokol kesehatan seperti pemakaian masker, social distancing, dan mencuci tangan secara teratur,” kata Airlangga.

Dengan target kemenangan 60 persen tersebut, Airlangga menginstruksikan seluruh kadernya untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya membantu kemenangan ?para calon kepala daerah peserta Pilkada 2020.

“Seluruh kader dan pimpinan partai mengirimkan doa serta menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai, dari DPP, pengurus provinsi, hingga pengurus di tingkat kelurahan, untuk menggunakan segenap kekuatan dan membantu memenangkan kandidat partai kita,” katanya.

”Ini wajib hukumnya untuk kita lakukan. Rawe rawe rantas, malang-malang putung. Kita satukan tekad, kita hadapi setiap rintangan, dan kita menangkan kandidat Partai Golkar kebanggaan kita,” tambahnya.

Airlangga mengatakan, HUT Partai Golkar tahun ini adalah momentum kebangkitan. Sebab di usia 56 tahun, kekuatan Golkar dinilainya telah ditempa oleh pengalaman panjang dan berbagai krisis.

“Kita juga telah mengalami pahit getirnya kehidupan, turun-naik kekuasaan, dan berbagai macam pengalaman lainnya. Karena itulah, kita kini tumbuh semakin matang, dan menjadi motor penggerak yang dapat diandalkan untuk membantu suksesnya pemerintahan Presiden Jokowi,” ucap Airlangga.

 

 

 

SANKSI TEGAS BAGI KADER MEMBELOT

Mematok target menang besar di Pilkada 2020, soliditas barisan pengurus dan kader partai jadi harga mati bagi Golkar. Ancaman sanksi tegas siap diberlakukan bagi pimpinan DPRD, fraksi, ataupun kader Golkar yang membelot dukungan kepada pasangan lain.

"Saya sudah bilang bahwa kader yang sudah kami usung di pilkada kemudian ada pimpinan daerah, pimpinan DPRD, atau fraksi yang berbeda dukungan, kami bangkucadangkan dulu," kata Airlangga.

Bahkan dia menegaskan akan mengganti pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi yang tidak bekerja atau mendukung calon lain yang bukan diusung oleh Partai Golkar pada Pilkada 2020. "Kalau main bola, ‘kan ada bangku cadangan, lalu diganti pemain baru. Nanti dari bangku cadangan, bisa dikembalikan ke lapangan atau disuruh dia masuk ke ruang ganti. Jadi, ini sikap tegas dari DPP," ujarnya.

Warning itu bukan sekedar ancaman belaka. Tindakan tegas itu telah dibuktikan. Bahkan khusus di wilayah Sulut, ada delapan petinggi Golkar yang dipecat belum lama ini akibat tidak sejalan dengan arah dukungan partai. Mereka adalah Stefanus Vreeke Runtu, Jimmy Rimba Rogi, Marhany Pua, Syerly Adelin Sompotan, Ragie Arther Wuwung, Helmut Hontong, Maria Hernie Pijoh dan Rinny Malonda.

Airlangga menyebut soliditas adalah kunci keberhasilan semua parpol. “Kalau di Golkar tidak ada kompromi untuk tindakan seperti itu (membelot, red),” sebut dia.

Menurut dia, tolak ukur keberhasilan suatu partai politik adalah kemenangan. Apalagi, Pilkada Serentak 2020 akan sangat strategis apabila dihadapkan pada Pemilu 2024. "Arti kemenangan bagi Partai Golkar adalah sangat penting dan strategis. Golkar menargetkan 60 persen kemenangan di Pilkada 2020 dan itu adalah modal awal yang sangat berharga di Pemilu 2024," katanya lagi.

Sementara terkait adanya pandemi Covid-19 saat ini, dia meminta semua calon Golkar untuk mengatur pola kampanye pilkada dengan cara yang berbeda. Airlangga meminta para kadernya untuk menghindari pertemuan langsung dan berkumpul dengan banyak orang.

"Pandemi Covid-19 ini membuat kita untuk berpikir dan berbuat dengan cara yang berbeda, termasuk dalam kampanye. Jadi, tidak ada rapat-rapat massal. Menjangkau pemilih bisa melalui campaign digital atau pemanfaatan media dan IT secara tepat guna," ujarnya.

 

PERANGI COVID, TUGAS AWAL KADER TERPILIH NANTI

Di tengah konstelasi politik Pilkada serentak, persoalan penanganan Covid-19 tetap jadi prioritas Partai Golkar. Bahkan itu jadi tugas utama yang diingatkan Airlangga bagi tiap kader Golkar yang berhasil menang di Pilkada nanti

"Dua bulan ini akan diuji, harus menjadi contoh dan menginspirasi masyarakat dalam penegakan protokol kesehatan. Jika berhasil, saat dilantik nanti tugas pertama memerangi Covid-19,” ujar Airlangga.

“Intinya Golkar berkomitmen untuk perang semesta melawan Covid-19,” ucap Airlangga yang juga adalah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI.

Dirinya mendorong kader Golkar untuk melakukan kampanye berbeda. Lewat door to door, menggunakan medium teknologi dan tampil secara digital di masyarakat. “Misalnya, lewat mobil LED yang berkeliling. Selain itu bagikan alat peraga kampanye berupa masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan serta desinfektan,” katanya.

Airlangga memastikan, Golkar sudah menyediakan tiga juta masker untuk dibagikan. Selain itu, DPP Golkar juga telah membentuk Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan selama kampanye. Satgas itu melibatkan AMPG dan KPPG. (dtc/jpnn)


Komentar