PDIP Pertegas Status JWS

Senduk : Sudah Mengundurkan Diri Sebelum Dipecat


Manado, MS

Status Jantje Wowiling Sajow (JWS) di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipertegas. Elit Banteng Moncong Putih Sulawesi Utara (Sulut) menyebut mantan Bupati Minahasa itu telah mengundurkan diri sendiri dari partai. Meski diakui pula rencana pemecatannya memang sedang diproses sebelumnya.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Lucky Senduk. Kata dia, masalah JWS yang tidak mendukung pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP, sebelumnya sudah diproses. Hanya saja sementara mekanisme berjalan terkait pemanggilannya, JWS kemudian menyatakan pengunduran dirinya dari PDIP.

"Kami menempuh mekanisme dalam partai. Tapi kan yang bersangkutan sendiri kemudian menyatakan mengundurkan diri dari partai," tegas Senduk, Kamis (22/10).

Dia menjelaskan, dari segi administrasi, PDIP telah menjalankan dengan sebaiknya dalam memproses persoalan JWS. Hanya saja JWS sendiri kemudian menyatakan mundur. Hal itu, kata Senduk, bisa juga disaksikan di media sosial.

"Sebagai partai PDIP kita telah menunjukkan sebagai pelopor menjadi contoh kase tunjung ke partai lain secara administrasi sudah secara baik namun secara vulgar pun dirinya (JWS) sendiri menjawab di media sosial bahwa tidak lagi di partai. Dikatakan, saya sudah mundur," ungkap Senduk.

"Masa orang sudah mundur kemudian torang mo pi buju-buju lagi," tambahnya.

Ia mengungkapkan, pernyataan JWS di media sosial tersebut bisa ditemui. Hal itu bisa didapat dengan melihat jejak digital. "Sekarang juga ada bukti jejak digital. Kalau sudah mengatakan begitu maka sudah selesai," ucapnya.

Ditegaskannya, JWS sudah mengundurkan tanpa dipecat. Walaupun diakuinya, proses pemecatan sewaktu itu sudah berjalan dengan mengikuti mekanisme dan secara administrasi dalam partai. "Dia sudah mengundurkan diri tanpa dipecat. Jadi sudah otomatis. Mungkin dia takut kita pecat dia mengundurkan diri. Padahal proses untuk pemecatannya sedang berjalan," tutupnya.(arfin tompodung)


Komentar