Praktik Paslon Titip Orang di KPU-Bawaslu Tersingkap


‘Dunia hitam’ pemilihan kepala daerah (Pilkada) terkuak. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengungkap adanya praktik pasangan calon (paslon) titip orang kepercayaan di internal penyelenggara pemilihan umum (pemilu). Fenomena itu pun menjadi warning bagi gerak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Mendagri Tito mengatakan, praktik tersebut kerap dilakukan paslon di KPU-Bawaslu tingkat kabupaten kota hingga provinsi. Pernyataannya ini berdasarkan pengalaman dirinya selama menjadi Kepala Kepolisian Resort (Kapolres), Kepala Kepoliosian Daerah (Kapolda) hingga Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

"Itu mohon maaf di KPU pun begitu, mau pemilihan, saya nggak mengatakan semua, ada daerah yang sengaja masang (orang titipan, red)," kata Tito dalam webinar bertemakan pilkada yang digelar secara daring di YouTube Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (20/10).

"Calon-calon itu masang orang di KPU, entah mungkin di kabupaten, apalagi yang di bawahnya," tambahnya.

Ia menilai praktik itu kerap terjadi lantaran KPU dan Bawaslu tak memiliki jaringan atau relasi yang kuat dari pusat hingga tingkat daerah. Kondisi itu berbeda dibanding Polri dan TNI yang memiliki satu komando dan kode etik yang kuat.

Jaringan KPU dan Bawaslu di tingkat daerah hanya berupa ad hoc dan temporer. Terlebih, beberapa anggotanya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. "Apalagi yang ad hoc mungkin berpikir lima tahun sekali, kapan lagi. Sehingga ini tolong rekan-rekan KPU daerah yang bertanggung jawab betul-betul tunjukkan netralitas," kata dia.

"Hanya dengan netralitas rekan-rekan akan dihargai oleh paslon-paslon, juga temen-temen Bawaslu," imbuhnya. (cnn)

 


Komentar