Dinilai Amburadul, Deprov Sorot Pengerjaan Anjungan Sulut di TMII


Proyek anjungan Sulawesi Utara (Sulut) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali dikritisi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai pengerjaannya sangat tidak benar. Padahal telah menelan anggaran besar.

Serangan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Sulut, Stella Runtuwene. Diuraikannya, dalam gambar sebuah bangunan di sana nampak dibuat begitu banyak tiang namun manfaatnya dinilai tidak ada. Dirinya meminta supaya pemerintah menjelaskan fungsinya untuk apa. "Gubernur (Olly Dondokambey, red) sebelumnya bilang itu pengerjaannya belum selesai. Pun walau belum selesai, ruangan itu tak bisa dipakai. Fungsinya apa?" ujar Runtuwene dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut, saat rapat bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di ruang rapat komisi 3, Rabu (7/10).

Renovasi yang disebutnya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 itu, harusnya lebih baik dari yang awal pembuatannya. "Buat apa dibangun. Gedung yang dibuat 3 kali lebih besar dari ruangan yang kita pakai saat ini (ruangan komisi 3) tapi tidak layak. Tidak layak gedungnya sehingga tambal sulam. Fungsinya untuk apa. Kalau galeri itu tidak bisa. Kita sudah turun ke sana tapi kenapa hingga sekarang tidak selesai-selesai," urai anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara ini.

Dia menjelaskan, di bangunan itu terdapat tangga. Ketika digunakan saat melewatinya bergoyang. "Waktu saya lewat di situ goyang bahkan badan saya yang kurus ini lewat di situ bisa goyang. Seperti apa mereka membuat itu dengan harga yang besar dan hasil yang amburadul. Kalau bisa kita datang ke sana dan melihat bersama," tuturnya.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut, Adolf Tamengkel saat diwawancarai menjelaskan, memang lebih baik untuk dilakukan turun lapangan. Namun diakuinya, anggaran yang ada belum tuntas. Nanti akan dituntaskan tahun depan 2021. "Anggaran yang dikerjakan kan nanti tahun 2019, saya kan kadis PU baru. Jadi zaman kita belum dikerjakan. Pastinya nanti tahun depan. Makanya kita akan turun lapangan. Kalau cuma sekedar ini, yah, kita turunkan lagi anggarannya," tutur Adolf.

Diketahui, pengerjaan anjungan tersebut menelan anggaran sekitar Rp60 miliar. Sebelumnya juga, Komisi III DPRD Sulut sudah pernah melakukan kunjungan ke sana. (arfin tompodung)


Komentar