Tiga Paslon Pilgub Klaim Angka Kemenangan

KPU Sulut Tetapkan Nomor Urut


LAPORAN : ARFIN TOMPODUNG

Pertarungan di panggung pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Sulawesi Utara (Sulut) kian menarik. Tiga pasangan calon (paslon) yang berhasil maju ke arena pertempuran kini punya nomor urut. Masing-masing yakin, angka yang dimiliki membawa pertanda kemenangan.

Dari hasil pencabutan nomor urut di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut, Kamis (24/9), nomor 1 diperoleh paslon Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL). Nomor 2 dimiliki Vonnie Anneke Panambunan dan Henry Runtuwene (VAP-HR) dan nomor urut 3 paslon Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK).

Mendapat nomor urut 1, CEP nampak bahagia. Dia percaya makna dari nomor 1 adalah kemenangan bagi mereka. "Angka yang diberikan oleh Tuhan angka satu pertanda kita berjuang untuk satu kemenangan," ungkap Srikandi Partai Golkar Sulut itu.

Sehan juga yakin, angka 1 merupakan pemberian Tuhan. Kata dia, itu pertanda hanya akan ada satu pasang yang lolos. "Karena rahmat Tuhan sehingga mendapatkan nomor satu karena yang akan terpilih itu cuma satu pasang bukan 2 atau 3," tuturnya.

VAP mengungkap makna religius dibalik angka 2 yang didapatnya melalui doa. Baginya, ini adalah pertanda kemenangan. "Terima kasih sama Tuhan, tadi pagi saya bangun jam 2 dan saya berdoa kepada Tuhan. Tuhan berikan saya tanda. Kalau Tuhan berikan kemenangan berikan saya tanda 2. Dan puji Tuhan saya mendapat nomor 2. Berarti kemenangan bagi saya bersama pak Henry Runtuwene," ujar VAP.

Senada dengan pasangannya, Runtuwene mengatakan telah berdoa kepada Tuhan untuk memberikan angka yang terbaik bagi dirinya dan VAP. "Semua angka dari Tuhan. Tuhan memberikan angka 2 untuk kita yang berarti ‘victory’, kemenangan," ujar HR.

Paslon petahana juga tak kalah optimis. Olly menyampaikan syukur karena bisa melewati tahapan dan kini penarikan nomor urut. Dia bersyukur mendapat nomor urut 3.

"Dalam pancasila, persatuan Indonesia. Dalam rahmat Tuhan kita diajarkan Allah, Bapa dan Anak, Tritunggal. Di Budha juga ada Tridharma. Mungkin di Islam juga ada, makanya cuci muka mesti 3 kali. Tapi kalau di PDIP ini angka metal, menang telak,” paparnya.

“Bersyukur apa yang Tuhan berikan bagi kita. Makanya saya mengajak semua mari bersama-sama bergandengan tangan. Semua pasangan calon, dalam rangka membawa demokrasi di Sulut, betul-betul lebih baik dan bermartabat sehingga mendapat pemimpin yang benar-benar untuk kepentingan rakyat," tandas Olly.

Lebih dalam, Kandouw menyampaikan angka 3 merupakan angka yang beruntung bagi mereka. "Karena setiap pertandingan kalau dihitung selalu diakhiri dengan 3, jadi ini betul betul membawa keberuntungan bagi kami," tutur Kandouw.

Kepada semua paslon, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh menyampaikan banyak selamat untuk nomor urut yang telah didapat. “Selamat bapak dan ibu pasangan calon, telah didapatkannya nomor urut dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara. Perlu saya sampaikan, sesuai pasal 72 Peraturan KPU nomor 1 tahun 2020, sudah diubah terakhir Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2020, nomor urut ini final dan mengikat,” kata Mewoh.

Nomor urut ini, sebut dia, bisa digunakan untuk tahapan selanjutnya. Sekaligus menegaskan kalau nomor tersebut tidak boleh digugat.

“Tidak boleh digugat di mana-mana. Silahkan digunakan. Kita akan gunakan ini tentu dalam tahapan-tahapan selanjutnya, sampai tahapan penghitungan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara),” terang Mewoh yang selanjutnya diikuti penandatanganan berita acara pengambilan nomor urut oleh seluruh komisioner KPU Sulut.

Kegiatan terpantau berlangsung dalam pengawasan ketat aparat keamanan serta menerapkan protokol kesehatan. Nampak hadir diantaranya pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut dan para Komisioner KPU Sulut, Lanny Anggriany Ointu, Yessy Yatty Momongan, Ardiles Mewoh, Salman Saelangi, Meidy Yafeth Tinangon. (***)

 


Komentar