Olly Targetkan Sulut Jadi Pintu Gerbang Pasifik

Wujudkan Cita-cita Sam Ratulangi


Laporan: Sonny Dinar

Komitmen Gubernur Olly Dondokambey untuk masa depan Sulawesi Utara (Sulut) dipertegas. Orang nomor satu di bumi Nyiur Melambai ini siap menjadikan Jazirah Utara Selebes menjadi pintu gerbang pasifik.

Penegasan itu disampaikan Olly saat menghadiri rapat paripurna dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-56 Provinsi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, Rabu (23/9). Dalam sambutannya, Olly mengatakan, peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulut menjadi momentum untuk melipatgandakan semangat, sumberdaya dan kekuatan. Tujuannya demi merealisasikan cita-cita besar Gubernur pertama Provinsi Sulawesi Dr Sam Ratulangi untuk menjadikan Sulut sebagai Pacific Gateway of Indonesia. Termasuk kerinduannya mewujudkan wilayah Nyiur Melambai bisa diperhitungkan di Asia Pasifik.

"Kemajuan daerah yang mampu tercipta secara signifikan, ditopang oleh geoposisi wilayah Sulawesi Utara yang berada di bibir pasifik, serta kebijakan strategis pembangunan daerah dan optimalisasi sektor-sektor unggulan Sulawesi Utara. Seperti pertanian, kelautan, perikanan dan pariwisata. Selain itu, karena adanya dukungan eksternal yang sinergis dengan upaya Pemerintah Provinsi dalam menjaga eksistensi Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di Kawasan Pasifik,” kata Olly.

Untuk itu, Olly optimis kepemimpinannya di Sulut bersama Wakil Gubernur Steven O E Kandouw dapat mewujudkan cita-cita besar Sam Ratulangi ini. Visi yaitu ‘terwujudnya Sulawesi Utara yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik dan Berkepribadian Dalam Budaya’. Visi ini ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulut 2016-2021.

“Saya dan Saudara Steven Kandouw terus berupaya untuk turut mewujudkan cita-cita besar tersebut, tentunya dengan harapan adanya dukungan semua masyarakat Sulawesi Utara termasuk dalam proses kerja mapalus, mapaluse, moposad, gotong royong, kesatupaduan, kemanunggalan dan kesinambungan yang wujud nyatanya tercermin dari eksistensi Sulawesi Utara yang semakin hebat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Olly juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendukung percepatan penanganan pandemi Covid-19. Didalamnya para dokter dan perawat, serta seluruh petugas di rumah sakit, laboratorium, klinik-klinik kesehatan dan di rumah isolasi. Kepada juga tokoh masyarakat, para relawan, awak media, aparat tentara nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian republik Indonesia (Polri), serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulut.

Dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang serta dibukanya penerbangan dari Tiongkok dan Davao Filipina, membawa semarak pariwisata untuk Sulut maju. Apalagi didukung dengan banyak pembangunan hotel dari berbagai varian. Ini karena laju pertumbuhan wisata dan beragam pembangunan lainnya.

Dalam upaya Mitigasi Bencana, Pemprov Sulut genjot percepatan pembangunan Bendungan Multifungsi yakni Bendungan Kuwil-Kawangkoan dan Bendungan Lolak. Ini diperuntukan untuk mitigasi bencana dan memiliki beragam fungsi seperti menopang sektor pertanian, manajemen air baku serta objek wisata.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Produk Pertanian tidak hanya dinikmati masyarakat Sulut, tapi seantero Indonesia. Dalam langkah mewujudkan Sulut berdaulat pangan, penurunan tarif efektif PPN produk pertanian dari 10% menjadi 1%.

Pemprov Sulut juga memberikan asuransi untuk petani, pembagian bibit unggul dari beragam komoditi tani, moderenisasi tambak udang tradisional, bantuan mesin perahu dan jaring apung buat para nelayan, bantuan alat pertanian, bantuan mesin pengolah kelapa ke daerah daerah sentra kelapa dan pengolahan kelapa.

Adapun terkait penanggulangan pandemi Covid-19, Pemprov Sulut menganggarkan dana berjumlah Rp201,4 miliar untuk penanganan kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi. Kegiatan penanganan dampak ekonomi ini berupa pemberian bantuan Saprodi kepada petani, peternak, nelayan, industri kecil menengah (IKM), usaha kecil menengah (UKM) serta bantuan pembayaran premi asuransi kepada peternak sapi dan petani padi sawah.

Disamping itu untuk menjaga ketahanan pangan daerah, disiapkan juga alokasi anggaran untuk pengisian lumbung pangan. Ada juga beberapa kegiatan fisik pelaksanaannya bersifat padat karya sehingga diharapkan dapat meminimalisir pengangguran yang terjadi akibat Covid-19. Di tengah upaya pemulihan ekonomi di daerah, Sulut juga mendapatkan kucuran dana pinjaman lunak senilai Rp1 triliun Rupiah dari Pemerintah Pusat melalui Bank SulutGo.

Rapat paripurna istimewa turut dihadiri secara virtual Ketua DPR RI Puan Maharani. Hadir pula di ruangan rapat paripurna yaitu jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Wakil Gubernur Steven O E Kandouw, Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (*)

 


Komentar