‘SIAP TEMPUR’


Manado, MS

Tensi Bumi Nyiur Melambai kian panas. Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara (Sulut) mendekati klimaks. Tiga pasangan calon (paslon) dipastikan menjadi kontestan di ajang politik bergengsi itu.

Palu penetapan paslon pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sulut diketuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (23/9). Penyelenggara pilkada resmi meloloskan ketiga paslon yang mendaftar sebagai peserta dalam Pilkada karena disebut memenuhi syarat. Adalah paslon Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK), paslon Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) serta paslon Vonnie Anneke Panambunan dan Henry Runtuwene (VAP-HR). Hal itu sesuai surat keputusan penetapan paslon gubernur dan wagub yang diumumkan, Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh.

Surat Keputusan (SK) tersebut bernomor 138/PL.02.2-kpt/71/ro/IX/2020 tentang penetapan pasangan calon pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulut tahun 2020. "Menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya. Memperhatikan dan seterusnya. Memutuskan, menetapkan. Keputusan isi pemilihan umum provinsi Sulut tentang penetapan paslon peserta pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Satu, menetapkan paslon gubernur dan wagub yang memenuhi persyaratan menjadi peserta pemilihan gubernur dan wagub Provinsi Sulut sebagaimana terlampir (nama ketiga paslon, red) dalam keputusan ini. Sebagai bagian dari yang tidak terpisahkan dari putusan ini," ungkap Mewoh, saat membacakan SK, di kantor KPU Sulut.

Untuk paslon gubernur dan wagub daftar nama-nama calonnya yang ditetapkan, disusun berdasarkan tanggal dan jam bakal paslon pada saat pendaftaran. "Putusan mulai berlaku pada saat ditetapkan. Manado 23 September 2020," ungkap Ardiles yang ikut didampingi keempat komisioner KPU lainnya yakni Yessy Momongan, Meidy Tinangon, Salman Saelangi dan Lanny Ointu.

Adapun kegiatan penetapan calon dilakukan dengan standar protokol Covid yang ketat. Pelaksanaannya secara internal KPU Sulut dan disiarkan melalui aplikasi zoom, media sosial seperti facebook dan youtube. Sebelum penetapan calon, para komisioner membacakan pengumuman berita acara hasil penelitian perbaikan persyaratan bakal calon ketiga pasangan.

Hasil penelitian perbaikan berkas Olly Dondokambey-Steven Kandouw dibacakan oleh Anggota Salman Saelangi dan menyatakan MS. Selanjutnya, berkas perbaikan Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar dikatakan MS oleh komisioner Lanny Ointu. Untuk berkas Vonnie Anneke Panambunan (VAP) beserta Hendry Runtuwene dinyatakan MS oleh Yessy Momongan.

Hasil penelitian perbaikan persyaratan calon dalam Pilgub Sulut tahun 2020 ini, dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani para komisioner KPU Sulut yang dipimpin Ardiles Mewoh.

PUNYA KELEBIHAN MASING-MASING

Ketiga paslon punya kelebihan masing-masing. Lolos hingga tahap penetapan calon, menandakan kesiapan serta keseriusan OD-SK, CEP-SSL dan VAP-HR ‘bertarung’ di arena pilkada. Untuk meraih kemenangan, berbagai strategi pemenangan dijabal.

Seperti dikatakan Pakar Politik Unsrat Manado, Dr Ferry Liando, Rabu (23/9). Menurut dia, pasangan calon yang nantinya akan dominan akan sangat tergantung pada bagaimana paslon mampu meyakinkan pemilih bahwa merekalah yang terbaik dibanding paslon lain. Berikutnya, strategi berkampanye yang bisa mempengaruhi elektoral paslon. “Dengan demikian, teknik kampanye simpatik akan menjadi daya tarik pemilih. Cara berkampanye yang tidak elegan seperti menyebar berita bohong, berusaha menyogok pemilih dengan money politik ataupun mengitimidasi pemilih secara otomatis akan mencelakai paslon itu,” terangnya.

Selanjutnya, bagaimana paslon mampu membuat formasi tim sukses atau tim pemenangan yang menjadi magnet atau daya tarik bagi pemilih. “Mengoleksi nama-nama besar dan berpengaruh akan sangat berdampak pada dukungan pemilih terhadap pasangan calon yang didukung,” lugas Liando.

PILKADA SULUT ‘SENGIT’

Kontestasi Pilkada Sulut dipastikan sengit. Setiap paslon memiliki kelebihan tersendiri. Itu dimulai dari kekuatan partai, latar belakang figur hingga tawaran program. Tak heran, calon maupun partai pengusung punya target sebagai jawara.

Seperti ditegaskan PDIP yang mengusung petahana Olly Dondokambey dan Steven Kandouw. Partai dengan perolehan 18 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut itu, sangat yakin kalau mereka akan mendapat kemenangan kedua kalinya pada pilkada nanti.  "Kita sangat yakin OD-SK akan menang. Alasannya bahwa OD-SK di saat bertarung lalu posisinya belum sama seperti sekarang ini, sudah mulai ada program yang nyata untuk masyarakat, pembangunan sudah berhasil tapi suaranya waktu itu (pilgub 2015, red) mencapai 52 persen. Sekarang OD-SK mencalonkan diri, sudah menunjukkan keberhasilan di Sulut. Saya yakin masyarakat tidak buta. Pasti melihat kemajuan Sulut di bawah kepemimpinan OD-SK yang baru 4 tahun lebih," tegas Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Lucky Senduk, belum lama.

Alasan selanjutnya, sejumlah partai yang menjadi lawan OD-SK sekarang ini sudah bergabung dan menyatakan dukungan. Salah satunya adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). "Pada waktu lalu mereka menjadi lawan dengan mengusung Maya Rumantir, sekarang mendukung OD-SK. Bayangkan kalau suara Maya Rumantir masuk ke OD-SK. Kalau full kerja Gerindra mempertahankan suara yang lalu itu akan jadi faktor pendukung. Terlebih pula ada dukungan figur dari kubu lawan lain seperti Vreeke Runtu, Syerly Adelyn Sompotan dan Jimmy Rimba Rogi kali ini akan memperkuat OD-SK dan OD-SK pasti menang," jelasnya lagi.

Basis suara lainnya, menurut dia, ada di kabupaten kota dimana PDIP memiliki kepala daerah. Begitu juga dengan adanya dukungan dari sejumlah kepala daerah seperti Bupati Bolaang Mongondow Yasti Mokoagow dan Kota Kotamobagu Tatong Bara. "Pastinya daerah yang dipimpin PDIP pasti menang di sana. Kepala daerah di Bolmong dan di Kotamobagu juga sudah menyampaikan dukungan. Dua tokoh ini yakni Yasti dan Tatong saya yakin lebih disegani dibandingkan pak Sehan (Sehan Landjar, red). Wakil bupati di Bolmong Yanny Tuuk serta Bolaang Mongondow Utara juga sudah dari kita (PDIP, red)," tandas Senduk.

Hasrat serupa membuncah dari kubu Paslon Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar. Juru bicara DPD I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta mengatakan, guna mencari kemenangan di Pilgub, strategi khusus sedang dilakukan. Mulai dari pembentukan tim pemenangan. Nantinya titik-titik yang akan menjadi lumbung suara mereka akan optimalkan. "Kita akan bentuk tim. Kemudian kita akan berjuang. Kita pula akan berupaya untuk mendapatkan lumbung-lumbung suara tertentu berdasarkan survei dalam tim," ungkap Lamaluta, baru-baru ini.

Dia yakin dengan menggandeng Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar, akan mengakomodir suara-suara dari Bolaang Mongondow Raya (BMR). Apalagi dengan ketokohan eyang sapaan akrab Sehan yang dinilainya sudah sangat dikenal masyarakat. "Pastilah (akan memperoleh suara di Bolmong, red), apalagi Sehan adalah tokoh di Bolmong Raya," tuturnya seraya memastikan, akan pula memperoleh suara dari partai pengusung dan kabupaten kota dimana kepala daerahnya dari Golkar. Tak hanya basis suara, tawaran kebijakan pula menjadi kekuatan kedua pasangan CEP-SSL

Demikian juga Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Strategi meyakinkan hati rakyat untuk memilih Vonnie Anneke Panambunan dan Hendry Runtuwene akan menjadi fokus. Tak hanya memperkuat basis suara, program yang memberikan dampak perubahan bagi daerah bumi Nyiur Melambai dinilai sebagai yang paling diutamakan.

Sebagai partai pengusung VAP-HR, Nasdem memilih pola yang menawarkan inovasi sebagai jalan mendulang suara rakyat di Pilgub nanti. Utamanya meyakinkan masyarakat yang ada di kalangan independen atau mereka yang tidak masuk dalam lingkaran partai. "Kita tentunya akan mencari suara di kalangan independen. Meyakinkan mereka. Jadi yang utama itu suara independen, di luar sana begitu banyak suara dari kalangan independen," ungkap Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulut, Felly Runtuwene.

Ketua Bidang Migran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ini pula menyampaikan, struktur dalam partai Nasdem pula ikut diperkuat untuk pemenangan. "Selain dari independen, ada struktur partai, kita lihat bagaimana partai ini bekerja. Kita akan maksimalkan dari strukutur partai itu sendiri karena mesin partai ini betul-betul jadi penentu," jelasnya.

Ditambahkan Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) DPW Partai Nasdem, Faisal Pranoto, dalam pemenangan nanti mereka akan mengusung tema perubahan yang lebih baik untuk Sulut. Semua itu berangkat dari potensi yang dimilik daerah bumi Nyiur Melambai. "Sebagai provinsi kepulauan yang kaya akan laut dan kaya dengan hasil bumi. Juga memiliki tanah yang subur. Sebetulnya secara geo posisi kita ada di laut pacifik yang bisa merancang perdagangan antar pulau. Begitu pula tanpa mengabaikan infrastruktur yang sudah ada, kita akan berupaya mendorong agar lebih maju masyarakat dengan potensi yang ada," urainya.

Memang diakuinya, Nasdem memiliki kabupaten kota dimana kader mereka sebagai kepala daerah. Hanya saja, masalah pilkada tidak hanya  berharap seperti itu. Harus ada kolaborasi di setiap tingkatan termasuk dalam kelompok-kelompok masyarakat. "Jadi ini semuanya perlu digabungkan supaya bisa memperoleh kepercayaan rakyat," pungkasnya.

Terpisah, pengamat politik dan pemerintahan Rolly WD Toreh SH beranggapan, Pilkada Sulut 9 Desember mendatang akan alot. Namun, dia optimisi pesta demokrasi itu akan berjalan dengan baik. “Iya, dalam pilkada sudah pasti panas. Mereka sudah siap tempur. Namun, saya optimis akan berjalan sukses, aman dan terkendali karena semua pihak berkompeten seperti Polisi, TNI, Kejaksaan dan pihak lainnya sangat peduli dengan pilkada saat ini, apalagi di era pandemi Covid-19,” kuncinya.(arfin tompodung)


Komentar