MORR III Dinilai Solusi Kemacetan Manado

Pembangunan Infrastruktur Sulut Dipacu Gubernur


Laporan: Sonny Dinar

Roda pembangunan infrastruktur daerah terus ‘dipecut’ Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey. Salah satunya lewat penuntasan jalan Manado Outer Ring Road (MORR) III. Mega proyek ini dipandang sebagai solusi mengatasi kemacetan.

Orang nomor satu di Sulut ini melakukan ground breaking pembangunan jalan MORR III sepanjang 11,4 kilometer, Senin (14/9). Jalur itu menghubungkan Winangun-Malalayang untuk mengurai kemacetan di Kota Manado.

Sebagai informasi, khususnya di jalur Malalayang-Bahu dan pusat kota, ketika nanti adanya MORR III maka kendaraan sebagian akan berpindah ke jalan Ring Road. Contohnya kendaraan dari arah Malalayang yang ingin ke Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi, arah Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon, tidak lagi harus melintasi pusat kota tetapi bisa melewati jalur cepat MORR III ini.

Begitu juga sebaliknya, dari arah Mapanget, Paal Dua, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon yang hendak ke Malalayang dan Tateli sudah tidak harus melewati Pusat Kota, tetapi sudah melalui jalur alternatif MORR III ini. Ia mengatakan, proyek MORR III merupakan bukti besarnya dukungan dan perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Sulut.

“Tentunya kita bersyukur, karena hari ini masyarakat Sulut bisa melihat dan menyaksikan kembali pembangunan di Sulut. Karena janji pak Presiden waktu berkunjung di sini bagaimana menopang pembangunan infrastruktur dalam mendorong pariwisata di Sulut bisa berjalan dengan baik,” kata Olly.

Ia juga meminta jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV dan seluruh pihak terkait lainnya dapat mengerjakan proyek MORR III sesuai ketentuan sehingga dapat mewujudkan jalan yang berkualitas. “Agar masyarakat bisa melihat langsung program-program pemerintah pusat terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPJN XV Agung Hari Prabowo menerangkan, proyek MORR III dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tambah dia, untuk tahap I akan dikerjakan sepanjang 1,5 kilometer yang dimulai September 2020 sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. “September hingga Juli 2021. Konteksnya multiyears. Mohon doanya semoga berjalan lancar sehingga bisa dilanjutkan dengan tahap berikutnya,” ungkap Agung.

Ground breaking turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen, Bupati Minahasa Roy Roring, Wakil Bupati Robby Dondokambey dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (*)


Komentar