Miskin Perhatian Pemerintah, 11 Kampus Swasta di BMR ‘Teriak’


Laporan: Arfin TOMPODUNG

KELUH sederet perguruan tinggi swasta di Bolaang Mongondow Raya (BMR) membuncah. Mereka meminta untuk adanya perhatian pemerintah. ‘Pundak’ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) pun jadi sandaran aspirasi.

Sekitar 11 perguruan tinggi swasta membawa aspirasi tersebut ke Komisi IV DPRD Sulut, Senin (31/8), di ruang rapat komisi. Koordinator rombongan, Supit Mamuaya menyampaikan, kegelisahan mereka karena selama ini perguruan tinggi swasta khususnya di Tanah Totabuan minim sentuhan bantuan pemerintah. Kondisi mereka disebut sangat memprihatinkan, apalagi dalam kondisi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Banyak yang tidak mampu membawa anaknya kuliah di Manado, mereka bisa kuliah di Bolmong. Namun pandemi ini berdampak bagi kami, para dosen dan bisa berdampak pada kualitas pendidikan kita," ungkap Supit di depan para legislator Gedung Cengkih.

Ditambahkannya, kondisi mereka lagis sekarat, kalau tidak ada support dari pemerintah maka mereka tidak mampu berjalan. "Perguruan tinggi swasta sekarang ini berjalan terseok-seok. Kami masyarakat dalam kondisi ini memerlukan bantuan dari pemerintah," ucapnya.

Terkait kondisi ini, anggota Komisi IV DPRD Sulut, Yusra Alhabsy menyampaikan, dirinya sangat prihatin dengan Indeks Prestasi Manusia (IPM) di Sulut yang sedang turun. Terutama wilayah Bolmong Raya masuk dalam kategori rendah. Ini baginya menjadi problem yang harus diseriusi. "Ini sudah jadi masalah saat saya masih di DPRD Bolmong. Kita harus dorong bersama minimal, menemukan paling tidak dimana salahnya ketika Bolmong dalam kategori masih rendah. Apakah pemda (pemerintah daerah) yang salah, atau perguruan tingginya, atau karena Pemprov (Pemerintah Provinsi) kurang memberikan perhatian terhadap perguruan tinggi swasta di Bolmong," tegas Anggota DPRD Sulut, Daerah Pemilihan (Dapil) BMR ini.

Dirinya berharap, perlu untuk melihat mana perguruan tinggi swasta yang sudah mendapat suport dari Pemprov. Selanjutnya, Biro Keuangan dengan Komisi 2 DPRD Sulut, harus melakukan kroscek tentang perguran tinggi mana yang telah mendapat bantuan. "Ada yang sudah selalu dapat harus diwaspadai karena jangan sampai mereka terus yang selalu dapat sementara ada yang belum pernah tersentuh. Kalau di Manado dibantu terus maka tabuang-buang ini bantuan. Kalau Unsrat  terus yang dibantu maka kapan yang lain di luar Manado bisa maju. Saya berharap Pemprov dapat memberikan perhatian terhadap perguruan tinggi di BMR," kuncinya dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu.(**)

 

 


Komentar