Mendikbud Siap Perjuangkan Paket Data untuk Siswa


KELUH kesah para orang tua siswa terkait masalah paket data, direspon Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Pendiri Gojek itu komit akan terus memperjuangkan ketersediaan akses paket data dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pun begitu, Nadiem tak bisa menjanjikan itu akan langsung terwujud. "Kita perjuangkan terus dan akan terus memberikan dukungan untuk membantu dalam aspek paket data," kata Nadiem di acara webinar ‘JakPost Up Close #9: Educating the nation: 2020-2025’, Rabu (12/8) kemarin.

". Kita juga sedang berdiskusi dengan operator telekomunikasi untuk mencapai hal itu. Jadi semoga saja. Saya nggak bisa berjanji apapun, tapi itu sesuatu yang kita akan perjuangkan," sambungnya.

Nadiem berbicara soal memperjuangkan paket data ini karena mendapat pertanyaan apakah pemerintah tetap akan mengembangkan pembelajaran jarak jauh saat sekolah sudah dibuka dan apakah bakal menyediakan fasilitas untuk siswa.

Menurutnya, ketersediaan akses paket data terkait PJJ adalah sesuatu yang sedang diperjuangkannya di kementerian. Sebab anggaran di Kemendikbud banyak yang direalokasikan guna penanganan COVID-19 dan mendukung PJJ.

"Ini merupakan sesuatu yang sedang saya perjuangkan. Jadi kita banyak merealokasi semua anggaran di kementerian untuk terkait COVID ini dan mendukung pembelajaran jarak jauh," ucap Nadiem.

Nadiem mengungkapkan banyak orang tua mengeluhkan biaya terkait paket data di masa pandemi ini. Khususnya bagi keluarga yang memiliki anak lebih dari satu.

"Saya pikir ungkapan yang sering kita dengar biaya paket data itu membuat dampak yang signifikan bagi orang tua. Khususnya yang anaknya lebih dari satu. Dan itu sesuatu yang akan saya perjuangkan," tutur Nadiem.

Diketahui, sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia sebagian besar daerah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) guna mencegah penyebaran virus Corona. Namun, sejumlah orang tua, guru, dan siswa banyak juga yang mengeluhkan biaya terkait paket data selama PJJ berlangsung.

Nadiem Makarim sendiri mengakui salah satu masalah yang kerap menjadi beban bagi orang tua murid adalah soal pembiayaan pendidikan. Khususnya bagi sebagian besar masyarakat sedang menerapkan sistem PJJ akibat pandemi Corona.

"Satu yang besar dan selalu kami dengar adalah situasi pembiayaan yang memang menjadi beban ekonomi bagi banyak sekali orang tua murid dan ada juga beban untuk sekolah," ucap Nadiem.

Namun, Nadiem mengatakan Kemendikbud telah memberikan fleksibilitas dalam menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terkait persoalan itu. Namun ia mengatakan masih akan melakukan sosialisasi lanjutan terhadap kebijakan dana BOS.

"Dan ini mungkin kami sudah memperbolehkan dana BOS, Bantuan Operasional Sekolah, itu digunakan untuk pulsanya murid-murid. Tapi mungkin kita harus sosialisasikan lagi, dan akan kami kaji sebagai masukan," tandasnya. (dtc)


Komentar