JAGOAN PDIP, MANADO-BOLTIM (MASIH) MISTERIUS


Manado, MS

Publik bumi Nyiur Melambai penasaran. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum memastikan ‘jagoan’ mereka untuk bertarung di dua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yakni Manado dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Strategi partai berlambang Banteng Moncong Putih mulai ditelisik.

Hingga pengumuman tahap tiga, PDIP baru memastikan usungan mereka untuk Pilkada Sulut, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Kota Bitung, Minahasa Selatan (Minsel), Minahasa Utara (Minut) dan Kota Tomohon. Tak tanggung-tanggung, figur-figur populis dimajukan pada kontestasi politik bergengsi Desember mendatang. Berbeda dengan Manado dan Boltim yang hingga saat ini belum ada keputusan final. Teranyar, pengumuman jagoan PDIP di Manado-Boltim baru akan dipublis pada ‘last minute’ atau ‘injury time’ jelang pendaftaran di KPU.

Konstelasi politik di tubuh PDIP Sulawesi Utara (Sulut) ini memunculkan sederet tanggapan. Karena sebagai partai jawara di Pemilihan Legislatif (Pileg) khususnya Manado, PDIP semestinya menjadi partai paling aman mengusung Calon Kepala Daerah (Cakada).

“Iya, kan semestinya begitu. Tapi saya kira, PDIP punya strategi khusus untuk dua daerah ini (Manado-Boltim). Mengapa butuh kajian komprehensif, karena Manado merupakan etalasenya Sulut. Peta politik di Manado juga berbeda dengan daerah lainnya. Apalagi pejabat yang memimpin saat ini bukan kader PDIP. Begitu juga saya kira di Boltim,” nilai pengamat politik Sulut, Rolly Toreh SH, Selasa (11/8) malam.

Keputusan hati-hati PDIP di dua daerah ini, menurut dia, sangat beralasan. Walaupun, PDIP menjadi jawara saat Pileg lalu, namun strategi yang akan dilepas pada pilkada pasti berbeda. “Bagi saya, faktor figur juga sangat menentukan. Ya, jika untuk mesin partai PDIP sudah tidak diragukan lagi karena buktinya ketika semua mesin partai bekerja, hasilnya menang pileg,” sambung dia.

Paling penting, bagi Rolly, misi membawa PDIP menang di Pilkada Manado. Selain daya pikat Kota Multidimensi sebagai epicentrum bumi Nyiur Melambai, Kota Doa telah menjadi target jawara PDIP. “Menjadi ibukota Sulut tentu Manado akan diperebutkan partai-partai besar. Tapi, saya kira substansinya bukan itu saja, sebab Manado punya berbagai kelebihan dari daerah lainnya. Termasuk pusat perekonomian dan perdagangan serta memiliki posisi strategis di Bibir Pacifik. Manado sangat istimewa,” lugasnya.

Dari sisi PDIP, salah satu figur yang paling santer disebut-sebut akan mendapat mandat sebagai bakal calon walikota yakni Andrei Angouw (AA). Saat ini, figur yang akan mendampingi AA yang masih digodok. Hitung-hitungan itu diserahkan penuh pada Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Olly Dondokambey.

Diakui, ada sejumlah nama yang digadang-gadang untuk berpasangan dengan AA sapaan akrab Andrei. Di antaranya yang menguat seperti Richard Sualang, Lucky Rumopa, Ayub Ali dan Mahmud Turis. “Jadi semua wakil berpeluang. Ini kan diserahkan ke Ketua DPD. Kapan penentuannya, saya sebagai anggota DPD tentunya menunggu undangan rapat pleno untuk menentukannya,” terang Wakil Ketua DPD PDIP, Berty Kapoyos, kemarin.

Menurut dia, semua calon wakil berpeluang tapi dia bisa saja ada perubahan. Bisa saja Richard Sualang namun dapat juga berubah ke pasangan dari tokoh muslim seperti Ayub Ali dan Mahmud. “Bagaimana nantinya, partai khususnya ketua DPD yang akan melihat posisinya, siapa yang pantas akan diberikan untuk mendampingi pak Andrei Angouw,” tanggap Kapoyos.

Ditegaskannya, meskipun belum diputuskan di DPD namun Andrei Angouw sudah dipastikan akan diusung dalam Pilkada Manado. “Kami yakin dan percaya dan kita tahu SK untuk walikota Manado itu ada pada Andrei Angouw,” tegasnya.

Berbeda dengan Boltim. Hingga menjelang tiga pekan pendaftaran di KPU, PDIP belum juga memutuskan siapa yang akan diusung di Pilkada Boltim. Hal ini terlihat dari daftar calon yang diumumkan partai besutan Megawati tersebut di tahap ketiga, Selasa (11/8) kemarin. Tinggal 2 daerah yang tersisa di Sulut, salah satunya Boltim. "Untuk Boltim menarik. Karena masuk salah daerah akang diumumkan di last minute atau injury time jelang pendaftaran di KPU," aku Ketua PDIP Boltim Meydi Lensun, kemarin melalui via Whastapp kepada wartawan.

Intinya, lanjut Meydi, siapa yang akan diumumkan DPP PDIP mendapatkan SK, wajib hukumnya semua kader untuk memenangkan. "Prinsipnya segenap kader dan pengurus DPC, PAC, ranting dan anak ranting PDI Perjuangan Boltim siap memenangkan pasangan yang diusung nanti," tandas Lensun.

Terkait nama-nama sudah bergejolak di luar akan diusung PDIP, semua masih memiliki peluang yang sama. "Suhendro Boroma, Oskar Manoppo  masih memiliki peluang. Siapa akan diusung, semua keputusan di DPP," tutupnya.

WL-CS ‘TANCAP GAS’

Berbeda dengan Manado dan Boltim, tabir misteri jagoan PDIP di Pilkada Tomohon, telah tersingkap. Pasangan calon Caroll Senduk dan Wenny Lumentut (CS-WL), resmi mengantongi SK DPP. Mandat untuk keduanya resmi diumumkan, Selasa (11/8).

Kepada wartawan, CS-WL mengucap syukur kepada Tuhan karena telah menerima SK untuk menjadi calon walikota dan calon wakil walikota Kota Tomohon. Mereka berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani. “Kami berdua yang telah ditunjuk menjadi walikota dan wakil walikota. Kami ditunjuk untuk memenangkan pilkada yang ada di Kota Tomohon semua untuk kesejahteraan yang ada di Kota Tomohon,” tegas Senduk di Sekretariat DPD PDIP Sulut, kemarin.

Senduk berharap kandidat lain yang tidak terakomodir, dapat bersama-sama dalam perjuangan. “Kita berjuang bersama. Sesuai dengan komitmen mereka,” tambahnya.

Sementara itu, calon wakil walikota Wenny Lumentut mengungkapkan, meski dirinya sebagai 02 namun merasa nyaman. Hal itu karena dirinya mengenal karakter dari Caroll Senduk. “Saya hanya berpegang kepada prinsip, barangsiapa setia terhadap perkara kecil, ia pun akan setia terhadap perkara besar. Saya yakin pak Caroll sudah menyelesaikan perkara kecil dalam rumah tangga tentu dia sekarang siap mensejahterakan masyarakat Kota Tomohon,” pungkasnya.

Sementara itu, Politisi PDIP Tomohon, Johny Runtuwene (Jonru) ikut memberikan tanggapan. Dirinya menyampaikan, PDIP harus berangkat dari pengalaman karena pengalaman guru paling baik. Mekanisme sudah terjawab bahwa telah ditetapkan bakal calon walikota Caroll Senduk dan calon wakil walikota Wenny Lumentut harus bekerja bersama-sama. “Supaya Tomohon yang jadi walikota wakil dari PDIP. Kita harus kerja sama dan kerja bersama-sama. Hingga apa yang menjadi harapan dapat terjadi. Saya sendiri punya tanggung jawab. Yang penting ada komitmen untuk Tomohon lebih maju. Mereka (pendukung Jonru, red) sudah bilang kalau om Jon ingin sama-sama maka kami akan sama-sama,” kuncinya.

PDIP SULUT TARGET SAPU BERSIH

Ambisi besar diusung PDIP Sulut. Bermodal jumlah kursi legislatif yang signifikan, Banteng Moncong Putih, target sapu rata di Pilkada serentak tahun 2020.

Kursi 01 jadi incaran di 6 daerah dari 7 kabupaten kota yang akan menghelat Pilkada. Mengingat di keenam daerah PDIP bisa mengusung pasangan calon sendiri, tanpa harus koalisi. Minus Bolaang Mongondow Timur (Boltim). "Berdasarkan dengan hasil pileg, Pilkada serentak 2020 kita (PDIP, red) targetkan sapu rata,” tegas Ketua Bappilu DPD PDIP Sulut, Lucky Senduk, belum lama.

Daerah pertama yang akan menjadi target PDIP adalah Kota Bitung. Itu menyusul kesuksesan partai besutan Olly Dondokambey merajai perolehan kursi legislatif di markas Partai Nasdem tersebut.  "Pertama Bitung. Kita menang pileg dan menduduki ketua DPRD. Itu diwajibkan menang di Pilwako," lugasnya.

Begitu pula di Minut. Ia memastikan PDIP akan mengusung calon bupati untuk Pilkada. “Di sana (Minut, red) harus menang,” sembur Senduk. Sama halnya dengan Pilwako Manado. "Manado juga tanpa koalisi. Kalau ada yang ingin bergabung silahkan. Tapi kita mengusung sendiri bisa," sambungnya lagi.

Minahasa Selatan juga dibidik. Capaian hasil pileg yang signifikan jadi acuan. PDIP yang sebelumnya hanya mendapat 6 kursi, kini berhasil meraih 10 kursi. “Kursi kita sama dengan Golkar. Tapi kita (PDIP, red) yang meningkat drastis. Itu menunjukkan kader PDIP makin banyak dicintai dan dipercaya masyarakat. Jadi kita akan mengusung paslon sendiri,” beber Senduk.

Sedangkan di Bolsel PDIP tetap optimis akan menang. “Karena sebelumnya (Pilkada, red) kita juga menang disana. Perolehan kursi legislatif disana juga fantastis, karena sukses meraih 11 dari 20 kursi DPRD Bolsel,” imbuhnya.

Tomohon juga ikut dibidik PDIP, karena meraih 4 kursi legislatif yang bisa mengusung pasangan calon sendiri. Hanya saja, Kota Bunga dinilai perlu mendapat perhatian lebih. “Sebab kita (PDIP,red) masih agak lemah di Tomohon. Tapi kita dapat mengusung paslon sendiri,” ungkap Senduk.

Khusus Boltim, PDIP masih akan melihat dinamika politik. "Kalau Boltim masih akan kita lihat perkembangannya. Apa akan maju sendiri atau koalisi. Karena kita hanya meraih 3 kursi," tuturnya.

"Jadi intinya, PDIP memang menguasai 11 kabupaten kota. Namun kan 7 daerah yang akan pilkada, kita bidiknya 6, cuma Boltim kita tak mengusung sendiri. Hanya saja Tomohon kita masih agak lemah," timpalnya. Disinggung soal Pilgub Sulut, Senduk optimis PDIP akan menang. "Kita yakin akan menang di Pilgub," kunci Senduk.

PESAN MEGAWATI UNTUK CAKADA PDIP: JANGAN KORUPSI

Sejumlah Cakada PDIP untuk Pilkada di Sulut sudah mengantongi SK. Kepada mereka, ada pesan khusus yang disampaikan Ketua Umum (Ketum) PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Presiden ke-5 RI itu mengingatkan para cakada yang partainya usung untuk tidak melecehkan rekomendasi yang diberikannya. Para calon kepala daerah, kata Mega, harus mementingkan kepentingan bangsa.

"Tidak berpikiran sempit, hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Kalau Anda mau korupsi, sekarang itu ndak bisa," kata Megawati dalam pengumuman rekomendasi calon kepala daerah yang disiarkan di kanal YouTube PDIP, Selasa (11/8).

Megawati mengingatkan para calon kepala daerah dari PDIP untuk tidak korupsi. Dia menekankan, tindak pidana korupsi, cepat atau lambat pasti akan ketahuan. "Semakin hari apa pun juga, yang namanya korupsi mungkin bisa dikatakan, ada yang mengatakan lambat dan sebagainya, tapi 1 hal korupsi itu tidak akan bisa disembunyikan. Suatu saat nanti pasti kelihatan," tuturnya.

"Sekarang ini ketahuan atau tidak ya yang namanya korupsi? Pasti suatu saat, suatu saat akan selalu ketahuan," imbuhnya.

Dia juga mengingatkan agar Cakada memahami arti menjadi pemimpin yang baik bagi daerahnya. Mengingat, PDIP tidak main-main dalam memberikan rekomendasi ini. "Apakah hanya untuk mengikuti nafsu yang namanya keserakahan, hanya untuk mencari kekuasaan, hanya untuk mencari uang? Melupakan dengan susah payah, saudara sekalian itu akan diperjuangkan dan dipilih langsung oleh rakyat," katanya.

"Oleh sebab itu, saya meminta dengan sangat, kami PDIP meluluskannya untuk menjadi kepala daerah itu berjenjang, sangat lama, untuk mendengarkan aspirasi rakyat. Alangkah sayangnya jika kalian ini yang saya berikan rekomendasi itu melecehkan rekomendasi saya setelah jadi," sambung Megawati.

Lebih lanjut, Megawati mengingatkan para calon kepala daerah untuk memiliki pijakan kokoh pada jati diri bangsa. Hal itu, kata dia, penting bagi seorang pemimpin. "Saya selalu mengatakan berulang kali kepada kader PDIP di manapun berada, semua kader partai wajib memiliki pijakan kokoh pada jati diri bangsa, namun pada saat bersamaan memiliki cara pandang luar dengan menyatukan diri dengan apa yang dicita-citakan Bung Karno," lugas Megawati.(pasra mamonto/arfin tompodung)


Komentar