PANCA DIDORONG PERKUAT TIMSUS MALEO CS


*Mantan  Direktur Penyidikan KPK Jadi Kapolda Sulut

*Terduga Koruptor di Bumi Nyiur Melambai H2C

 

Manado, MS

Restrukturisasi pejabat tinggi (pati) di lingkup Polri, sedot animo publik Nyiur Melambai. Itu menyusul dimutasinya, Kapolda Sulut,  Irjen Royke Lumowa ke Mabes Korps Bhayangkara. Jenderal bintang dua yang akan segera memasuki masa purnabakti itu digeser menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri.

Suksesornya adalah Irjen R Z Panca Putra Simanjuntak. Asa tinggi pun disematkan di pundak mantan  Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Utamanya dalam mencegah hingga memberantas tindak kriminalitas jalanan atau street crime.

Maklum sepak terjang  Polda Sulut dalam memberangus tindak kejahatan konvensional melalui tim-tim khusus, seperti Team Maleo, dinilai telah berhasil menekan angka kriminalitas di Sulut.  Rasa aman, nyaman dan damai telah dirasakan oleh warga.

Eksistensi Maleo Cs pun sudah mendapat apresiasi dari berbagai elemen  masyarakat. Baik dari tokoh agama, pemerintah, legislator serta berbagai lapisan masyarakat. Mengingat kesuksesan Maleo Cs  itu terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang sangat rawan akan tindak kriminalitas, akibat tekanan ekonomi.

Alhasil, nahkoda Bhayangkara Sulut yang baru pun didorong untuk tetap mempertahankan sekaligus memperkuat eksistensi Maleo Cs. “Setiap pemimpin baru di Polda pasti punya inovasi.  Tentu ada evaluasi yang akan dilakukan di internal. Akan ada yang diperkuat dan ada yang ditiadakan,” tanggap, Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Centre (TAC), Taufik Tumbelaka, kepada Media Sulut, Selasa (4/8) kemarin.

“Khusus untuk timsus-timsus yang dibentuk, seperti Maleo, itu sebaiknya tetap dipertahankan. Bukan hanya dipertahankan saja, tapi harus lebih diperkuat sampai titik ideal,” sambung jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Alasannya, kinerja Timsus Maleo serta timsus lainnya yang berada di kabupaten Kota, seperti, Team Tarsius Bitung, Team Totosik Tomohon, Team Waruga Minut, Team Resmob Minahasa, dan timsus-timsus lainnya  telah menunjukkan hasil signifikan dalam meminimalisir tindak kriminalitas di Sulut. “Dan ini terjadi saat pandemi Corona, yang potensi kejahatannya cukup besar. Karena ada desakan ekonomi. Orang bisa nekad berbuat jahat kalau tersandera masalah ekonomi,” terangnya.

“Tapi dengan kehadiran Maleo Cs, potensi terjadinya tindak kejahatan jalanan itu bisa terminimalisir. Dan itu terasa di tengah masyarakat. Tak heran, eksistensi dari timsus-timsus itu selalu mendapat apresiasi dan dukungan dari masyarakat. Bukan hanya dari kalangan elit saja tapi sampai lapisan bawah,” tambah Bung Taufik, sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, Maleo Cs juga dinilai ikut berpartisipasi dalam menyosialisasikan tentang protokol Covid-19 kepada masyarakat. “Bahkan mereka juga menertibkan para warga sering kumpul-kumpul tengah malam. Seperti yang dilakukan Timsus di Bitung dan timsus-timsus kepolisian lainnya di kabupaten kota.  Mereka ikut membantu pemerintah,” terangnya lagi.

Tak hanya itu, lanjut Taufik, kehadiran Kapolda Panca Putra juga dinilai akan memupus niat dari elit-elit pejabat yang akan melakukan tindak korupsi. “Sebab latar belakang beliau itu adalah penyidik. Mantan Direktur Penyidikan KPK lagi. Jadi jangan coba-coba untuk korup,” lugasnya.

Keputusan Mabes Polri untuk menempatkan jebolan Akademi Kepolisian  tahun 1990 itu dianggap telah melalui kajian. “Sekali lagi, ini tanda awas bagi para petinggi di Sulut. Jangan main-main, jangan menyesal di kemudian hari. Apalagi yang terindikasi melakukan korupsi,” papar Taufik.

“Tentu ada kajian tertentu dari Mabes untuk menempatkan seorang jenderal dengan basic penyidik atau reserse di Sulut. Tapi yang kita harapkan tentu upaya pencegahan korupsinya yang didahulukan, baru penindakan,” imbuh  putra Gubernur pertama Sulut itu.

 

LEGISLATOR SULUT SUPPORT

Topangan serupa datang dari Legislator Sulut. Kapolda Sulut yang baru diharapkan akan lebih memaksimalkan kinerja Maleo Cs. Keberadaan tim-tim khusus bentukan Polda dan Polres-polres dinilai sangat baik karena memiliki gerakan cepat dalam mencegah sekaligus menangani tindak kriminal.

"Mereka (Maleo Cs, red) punya gerakan yang quick respon. Selain itu adapula patroli rutin. Itu sangat efektif dan bermanfaat dalam meminimalisir tindak kriminal," tanggap Anggota Komisi I DPRD Sulut, Fabian Kaloh, saat dimintai tanggapan, Selasa (4/8) kemarin.

Adanya kontrol rutin dari timsus di tengah masyarakat dinilai akan mampu mencegah terjadinya kejahatan. Sulut pun akan aman dan masyarakat maupun tamu yang datang juga akan merasa nyaman. "Jadi dengan adanya mereka (Timsus, red) maka mampu merespon keluhan masyarakat secara cepat yang bisa mengganggu stabilitas keamanan. Ini sifatnya preventif," ujarnya. "Informasi lewat medsos juga begitu cepat mereka respon," sambungnya.

Model tim-tim khusus seperti itu dinilai layak dipertahankan. "Ini harus dipertahankan demi mencegah kejahatan. Tapi memang saya selalu terbuka apabila di setiap pergantian kepemimpinan ada kreativitas-kreativitas baru yang dimunculkan," pungkas wakil rakyat dapil Minut-Bitung ini.

Respon positif serupa dilayangkan  Melisa Gerungan (MG), Anggota Komisi IV DPRD Sulut. Politisi PDIP itu pun berharap Tim Maleo Cs akan tetap eksis di kepemimpinan Kapolda yang baru.

 “Eksistensi Tim Maleo dan timsus di kabupaten kota terbukti telah menekan tingkat kriminalitas yang sering meresahkan masyarakat. Respon dari masyarakat terhadap tim khusus bentukan Polda itu juga sangat baik. Jadi mereka (Timsus, red) patut untuk dipertahankan dan diperkuat,” paparnya.

“Apalagi mereka juga itu ikut berperan aktif dalam penanganan Covid-19.  Tapi kita juga menghormati bila ada inovasi-inovasi yang akan dilakukan oleh Kapolda yang baru nanti,” tandas legislator Dapil Minahasa-Tomohon itu.

Selaras diungkap Sekretaris Komisi I DPRD Sulut, Mohammad Wongso, belum lama ini. "Kami komisi 1 mensupport Tim Maleo yang dibentuk Kapolda. Karena ini berkaitan dengan keamanan masyarakat Sulut,” ujar politisi Nasdem itu.

Setiap program yang positif dari Polda dipastikan akan didukung penuh oleh DPRD. “Apalagi yang tujuannya untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi  rakyat Sulut,” kata Wongso.

“Kami sebagai wakil rakyat akan terus mendukung eksistensi tim Maleo serta timsus-timsus  lainnya yang ada di Polres-Polres,” tandas legislator dapil Bolaang Mongondow Raya tersebut.

 

MABES POLRI: MUTASI PENYEGARAN ORGANISASI

Mutasi dan promosi sejumlah pejabat tinggi (pati) yang dilakukan Polri merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Sedikitnya ada 8 Kapolda yang diganti.

Salah satunya, Kapolda Sulut. Irjen Royke Lumowa kini diangkat menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri dan digantikan dengan Irjen R Z Panca Putra.

"(Mutasi dalam rangka) Penyegaran organisasi," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (4/8) kemarin.

Rekam jejak Irjen Panca Putra sendiri tergolong bagus. Pasca ditarik dari penugasannya sebagai Direktur Penyidikan di KPK untuk kembali ke Polri, sederet prestasi telah ditorehkannya selama bertugas di lembaga anti rasuah tersebut.

Selama di KPK, Panca juga sempat mengemban ‘double job desk’ atau dua tugas. Dua tugas itu adalah Direktur Penyidikan KPK dan Plt Deputi Penindakan KPK sejak 19 Juni 2019 hingga April 2020.

Meski mengemban dua tugas, mantan Dirreskrimsus Polda Kalteng itu mampu menyelesaikan berbagai penanganan kasus-kasus besar di KPK.

Selain itu, Dosen Utama STIK Lemdikpol tahun 2013 itu dinilai mampu menstabilkan situasi di lingkup internal KPK dari segala gelombang yang ada. Gelombang itu khususnya terkait pro-kontra pada saat pemilihan pimpinan KPK dan terbitnya Undang-Undang KPK Nomor 19 Tahun 2019.

Selaku Plt Deputi Penindakan sekaligus Direktur Penyidikan, Panca tetap melakukan penangkapan dan penahanan terhadap para pelaku korupsi meski saat itu terbitnya UU KPK yang baru menjadi kontroversi. Dengan tindakan yang dilakukan Panca itu, KPK tetap eksis dan mematahkan anggapan bahwa UU KPK yang baru akan melumpuhkan KPK.

Tak hanya itu, eks Wadirtipidum Bareskrim Polri itu dinilai mampu membangun komunikasi di kalangan semua pihak di lingkup internal KPK. Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri tahun 2020 tersebut mampu menyatukan semua pihak yang ada.

Penarikan Panca dari KPK ini tertuang dalam surat telegram Kapolri bernomor ST/1383/V/KEP./2020 tertanggal 1 Mei 2020. Surat telegram itu ditandatangani Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono atas nama Kapolri Jenderal Idham Azis.

Selain memutasi Kapolda Sulut, Polri juga merotasi 7 Kapolda lainnya.   Yakni Kapolda Kaltim Irjen Muktiono  yang kini menjadi Kadiv TIK Polri digantikan Irjen Herry Rudolf yang sebelumnya menjabat sebagai Asops Kapolri.

Lalu Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) yang kini diangkat menjadi Analisis Kebijakan Utama Baharkam Polri diganti Irjen Bambang Kristiono yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.

Selanjutnya jabatan Kapolda Sulsel akan ditinggalkan Irjen Mas Guntur Laupe yang akan diangkat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri digantikan oleh Irjen Merdisyam yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sementara Kapolda Sultra akan dijabat oleh Brigjen Yan Sultra Indrajaya yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Sultra.  Kemudian  jabatan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) akan ditinggalkan oleh Irjen Syafril Nursal yang dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri akan diisi oleh Brigjen Abdul Rahman Baso.

Selanjutnya Jabatan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Hamidin yang kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri akan digantikan  Irjen Lotharia Latif.

Dan Kapolda Gorontalo akan ditinggalkan Irjen Adnas yang kini menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri dibanti Brigjen Akhmad Widyagus.

Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/2245/VII/KEP./2020, surat telegram lain ST/2246/VII/KEP./2020, ST/2247/VII/KEP./2020, ST/2248/VII/KEP./2020, ST/2249/VII/KEP./2020, ST/2250/VII/KEP./2020, yang terbit pada Senin (3/8/2020). Surat itu ditandatangani atas nama Kapolri, oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.(tim ms/dtc)

 

Kasus yang Dituntaskan Panca Selama di KPK

-Menuntaskan proses penyidikan kasus Tubagus Chaeri Wardana dalam perkara tindak pidana pencucian uang.

-Menuntaskan penanganan kasus korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia yang menjerat eks Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo.

-Menangkap buron KPK dalam kasus penyuapan panitera Pengadilan Negeri Jakpus Eddy Sundoro yang telah melarikan diri selama 2 tahun lebih.

-Kegiatan OTT KPK tahun 2019 sebanyak 21 kasus serta banyak lagi kasus yang ditingkatkan ke tahap penyidikan.

 


Komentar