Imba ‘Penentu’ Nasib Golkar di Pilkada Manado

Diberi Mandat Cari Koalisi


Manado, MS

Tensi politik jelang pentas pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Manado kian meninggi. Kandidat yang akan bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu kian mengerucut. Bahkan sejumlah pasangan calon telah mengantongi tiket di pilkada yang akan digelar 9 desember 2020 mendatang.

Seperti pasangan Julyeta Paulina Runtuwene dengan Harley Mangindaan (JPAR-Ai), dan Pasangan Mor Dominus Bastian dan Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP). Duet JPAR-Ai, telah diusung Partai Nasdem, Perindo dan PSI. Bahkan Gerindra telah memberi sinyal untuk mendukung pasangan tersebut.

Sedangkan pasangan (Mor-HJP) telah diusung koalisi Demokrat dan PAN.  Sementara di tubuh Partai Golongan Karya (Golkar), masih menanti sepak terjang dari Jimmy Rimba Rogi. Maklum, Imba sapaan populernya, mendapat tugas dari partai untuk mencari koalisi partai.

Itu menyusul Partai Golkar hanya memiliki 5 kursi di DPRD Manado. Jadi harus mencari koalisi partai minimal 3 kursi untuk memenuhi syarat pencalonan 8 kursi. Hal itu diungkap juru bicara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta.

Menurutnya, partai telah memberikan surat tugas kepada Imba yang merupakan bakal calon walikota dari Golkar untuk mencari koalisi di Pilkada Manado, sejak 21 Maret 2020. “Dalam surat tugas itu meminta pak Imba untuk mencari koalisi. Karena Golkar tidak bisa sendiri harus memiliki teman koalisi," beber Lamaluta, saat dihubungi baru-baru ini.

“Jadi kita akan menunggu perkembangan selanjutnya dari komunikasi-komunikasi politik yang telah dibangun oleh Pak Imba,”  sambungnya.

Golkar dalam pengusungan calon pun disebut memiliki metode sendiri dalam mengusung calon. "Segala hal dirapatkan bersama untuk diambil keputusannya," katanya lagi.

Selanjutnya setelah proses koalisi disepakati, Lamaluta memastikan Golkar akan mempersembahkan pasangan calon yang terbaik dalam pilkada Kota Manado. “Yang pasti kita akan berikan pasangan kandidat yang terbaik untuk masyarakat Manado,” imbuhnya.

Diketahui, jumlah kursi di DPRD Manado sebanyak 40. Sesuai aturan, setiap pasangan calon mesti memiliki 8 kursi atau 20 persen kursi di DPRD untuk dapat mengusung pasangan calon. PDIP memiliki 10 kursi yang sudah dipastikan dapat mengusung paslon sendiri.

Kemudian pasangan JPAR-Ai yang telah diusung Nasdem (5 kursi), Perindo (2 kursi)  dan PSI (1 kursi). Bahkan disebut-sebut bakal diusung juga oleh Gerindra (4 kursi).

Sedangkan  pasangan Mor-HJP telah diusung Demokrat (6 kursi) dan PAN (4 kursi). Jadi Golkar yang memiliki 5 kursi berpeluang tinggal berkoalisi PKS (2 Kursi) dan Hanura (1 Kursi). Namun kabar teranyar, PKS disebut-sebut telah mengusung Sonya Selviana Kembuan (SSK) sebagai bakal calon walikota Manado.

Golkar pun dikabarkan tengah intens melakukan komunikasi politik dengan Gerindra. Mengingat Gerindra belum mengeluarkan SK bagi kandidat manapun di Pilkada Manado. Jika Golkar berkoalisi Gerindra, maka Pilkada Manado bakal diikuti 4 pasangan calon. (arfin tompodung)


Komentar