Ratusan Guru Honorer Minut Duduki Gedung Tumatenden

Gaji Belum Dibayar Sejak Januari, Minta DPRD Perjuangkan


LAPORAN : RISKY POGAGA

 

 

 

Ratusan guru honorer di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjerit. Sepanjang tahun ini, gaji yang dinanti tak kunjung terealisasi. Kesabaran para tenaga pendidik itu pun habis. Puncaknya, Kamis (23/7) kemarin, mereka membawa keluh kesah itu ke Gedung Tumatenden, tempat para wakil rakyatnya berkumpul.

 

 

 

Dalam aspirasinya, ratusan guru honorer itu meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut untuk memperjuangkan hak mereka yang belum dinikmati sejak bulan Januari 2020 ini. “Kami meminta pihak dewan agar dapat memperjuangkan hak (gaji) kami, yang sejak Bulan Januari belum dibayarkan. Bagaimana dengan nasib kami yang membutuhkan biaya hidup, sementara gaji belum pernah diterima,” koar Selvia Pakasi, yang merupakan koordinator aksi di hadapan DPRD Minut khususnya Komisi I.

 

Keluhan para guru honorer ini langsung mendapat tanggapan Ketua Komisi I DPRD Minut Edwin Nelwan. Menurutnya, pembayaran gaji guru honor itu hal yang prioritas sehingga kebijakan tersebut harus dituntaskan dan tidak bisa lagi ditunda.

 

"Mereka juga sebagai guru honor sudah bekerja dan melaksanakan kewajiban dengan berbagai tugas yang ada, makanya hak mereka seperti gaji harus segera dibayarkan, pemerintah harus memperhatikan," tutur Nelwan, bersama personil Komisi I yang lain seperti Daniel M Rumumpe, Anthony Pusung.

 

Sementara pimpinan DPRD Minut Olivia Mantiri yang ikut hadir mengatakan, pihaknya mengetahui untuk tahun ini ada pembayaran gaji guru honor yang sudah ditata. Namun, kata dia, kendalanya memang ada musibah non alam yakni Covid-19 sehingga beberapa pos anggaran terpaksa dirasionalisasi guna melakukan pencegahan Covid-19 di Minut.

 

"Ini menjadi hal prioritas dan saya selaku dewan akan mengawal ini. Untuk itu kami akan meminta pemerintah agar dapat segera mencari solusi untuk membayar gaji para guru honor itu," tegasnya.(***)


Komentar