Pembinaan PAUD Turut Gunakan Daring


Ratahan, MS

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Minahasa Tenggara (Mitra) tam­paknya akan turut serta menggunakan sistim pen­didikan Dalam Jaringan (Daring). Hanya saja, pemberlakuan sistim Dar­ing untuk PAUD prosen­tasinya takkan sebesar tingkatan sekolah dasar maupun menengah per­tama.

Sistim Luar Jaringan (Luring) ataupun tatap muka langsung, tetap menjadi andalan dalam pola didik yang digunakan. Namun disatu sisi, peran orang tua selain Bunda PAUD didalamnya akan sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak, terlebih ditengah pandemi Coronavirus sekarang ini.

“Sebenarnya PAUD tak mengenal sistim pendidikan Daring ataupun Luring. Sebab anak-anak ini masih membutuhkan bimbingan langsung dari orang dewasa. Nah, dimasa pandemi Coronavirus ini, pola pendidikan Daring akan turut diterapkan meski persentasinya tak sebesar siswa sekolah dasar dan menengah pertama,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Ascke Benu, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan Dikmas, Yovita Sualang, Rabu (15/7) kemarin.

Menurutnya, peran serta orang tua didalamnya menjadi yang terutama selain Bunda PAUD yang turut mengarah­kan pendidikan anak. “Yang paling besar itu peran dari orang tua meski Bunda PAUD turut terlibat didalamnya dalam pendidikannya,” kata Yovita.

Terkait wabah Coronavirus saat ini, ketika tatap muka langsung dilakukan oleh para Bunda PAUD, dirinya menjelaskan kalau hal ini akan dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. “Mulai dari masker, hand sanitizer dan sejumlah protokol kesehatan yang telah ditetapkan, harus diterapkan ketika akan bertatap muka langsung. Dan ini sudah menjadi kewajiban para Bunda untuk merealisasikannya,” pung­kasnya.

Sedangkan, sistim pendidikan Daring dan Luring sudah akan dilaksanakan oleh sekolah-sekolah yang ada di Mitra, mulai dari sekolah dasar dan menengah per­tama. Dimana saat ini, pemantapan penggunaan aplikasi berdasarkan sistim pendidikan Daring, tengah digiatkan pihak Dinas Pendidikan. (recky korompis)


Komentar