Foto: Sistim pendidikan Daring kini dimaksimalkan di Mitra. Tampak pelaksanaan sistim pendidikan online pada salah satu sekolah di Ratahan
Pendidikan Mitra Gunakan Sistim Daring-Luring
Ratahan, MS
Tahun ajaran pendidikan telah dimulai. Meski berada ditengah pandemi Coronavirus, sistim pendidikan haruslah tetap jalan. Di Minahasa Tenggara (Mitra), penggunaan sistim Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring) menjadi pilihan pemerintah dalam pemberian pendidikan kepada siswa Sekolah Dasar dan Menengah Pertama (SD dan SMP).
Penggunaan sistim daring, para tenaga pendidik diberikan kursus kilat terkait pengoperasian aplikasi. Aplikasi Zoom menjadi wadah pembelajaran bagi peserta didik yang dilakukan secara online itu.
Sedangkan sistim Luring sebagai bentuk pembelajaran yang sama sekali tidak dalam kondisi terhubung jaringan internet maupun intranet, masih tetap digunakan. Penggunaan sistim ini dikhususkan bagi mereka siswa yang berada di lokasi blank spot atau tak ada jaringan internet.
Selain itu, pelaksanaan sistim Luring diberlakukan bagi siswa SD kelas I, II dan III, karena pendidikan secara langsung perlu diberikan kepada kelas-kelas ini, meski beberapa pertemuan diantaranya turut menggunakan sistim Daring.
Sementara, pelaksanaan sistim Daring berlaku untuk siswa SD kelas IV, V dan VI. Selanjutnya tingkatan SMP kelas VII, VIII dan IX. Namun pengecualian dilakukan bagi para siswa yang berada di daerah blank spot.
“Perangkat penunjang sudah siap. Dan kita saat ini tengah memberikan kursus kilat terkait pengoperasian aplikasi Zoom yang digunakan pada sistim Daring,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Ascke Benu, Senin (13/7). “Dalam beberapa hari kedepan kami kira para tenaga pendidik sudah siap dalam mengoperasikan sistim-sistim ini, terutama Daring yang menggunakan teknologi digital,” sambung Ascke.
Dia mengatakan, penggunaan sistim Luring tetap akan digunakan ketika berhadapan dengan daerah blank spot ataupun para siswa SD kelas I hingga III. “Luring itu perlu untuk anak siswa SD dan mereka yang berada di lokasi blank spot. Sebab tak semua wilayah Mitra terjangkau jaringan internet,” katanya.
Sementara, sistim Daring yang menggunakan aplikasi Zoom membutuhkan dana untuk pembayarannya. “Kalo Zoom gratis selama tiga jam. Tapi kalau memang ada kelebihan dalam berkomunikasi pada aplikasi tersebut, bisa menggunakan dana BOS (Bantuan Operasiona Sekolah, red) untuk memfasilitasinya. Yang pasti itu ada laporan yang jelas,” tukas Ascke.
Dia pun berharap para tenaga pendidik dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik dan penuh tanggung jawab kepada peserta didik. “Ini merupakan tanggung jawab moral yang harus dijalankan sebagai tenaga pendidik, meski kita tahu sekarang ini sedang dalam masalah bencana non alam. Tapi pendidikan itu sangatlah penting bagi generasi-generasi penerus yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkas Ascke. (recky korompis)













































Komentar