Status Sosial Berubah, Warga Tolak Bantuan PKH
Ratahan, MS
Ini menjadi langkah maju bagi daerah Minahasa Tenggara (Mitra), ketika ada warganya yang berani menolak bantuan sosial dari pihak pemerintah. Status sosial yang menjadi salah satu indikator penerima bantuan, menjadi penyebab bantuan bulanan sekelas Program Keluarga Harapan (PKH), ditolak.
Hal ini menarik, apalagi situasi sekarang tengah diperhadapkan dengan pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) yang menyerang kehidupan masyarakat termasuk perekonomian warga tanpa melihat strata sosial.
Sebelumnya, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Mitra. Perubahan status sosial tampaknya menimbulkan niat untuk tidak lagi menerima bantuan sosial jenis apapun dari pihak pemerintah.
Bahkan, KPM ini memberikan pernyataannya dengan menandatangani surat bermeterai untuk tidak lagi menerima bantuan sosial dari pihak pemerintah. Hal ini pun menjadi kebanggaan tersendiri pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra, ketika ada warganya berani memberikan penyertaan penolakan tersebut.
“Kami (pemkab, red) tentu memberikan apresiasi ketika ada warga yang dengan berani menolak bantuan dari pemerintah,” ungkap Kepala Dinas Sosial Franky Wowor, kemarin.
Menurut dia, perubahan status sosial ekonomi keluarga bersangkutan tentunya menjadi pemicu penolakan dilakukan. Namun begitu, dia mengaku sangat bersyukur dan bangga dengan langkah yang diambil KPM bersangkutan. “Seperti ini memang jarang terjadi, apalagi ditengah Pandemi Corona sekarang ini,” ucap Wowor tanpa menyebutkan identitas KPM dimaksud.
Dia mengatakan, hal ini menjadi pengaruh yang baik bagi daerah Mitra dimana warga didalamnya paham dengan maksud dan bantuan yang diberikan. “Tentu nilai positifnya, warga sudah dapat memahami tujuan dari bantuan dimaksud. Sebab segala jenis bantuan itu diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Kami harap langkah dari KPM ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, sebab waktu lalu ada juga penerima bantuan menolak bantuan berikutnya dari pihak pemerintah,” pungkas Wowor. (recky korompis)













































Komentar