Pembunuhan Berencana di Talaud, JPU Tuntut Hukuman Seumur Hidup


Melonguane, MS

Tindak kejahatan serius menyeret Korinus Padenti (42) alias Ungke Nus. Tersangka pembunuhan itu dituntut hukuman seumur hidup oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kepulauan Talaud, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Melonguane, Kamis (28/5). Warga Desa Bowombaru Kecamatan Melonguane Timur tersebut, dijerat telah melakukan pembunuhan berencana atas Dharma Tjantje Seweduling.

JPU Kejari Talaud David Adrianto usai persidangan mengatakan, agenda persidangan yakni pembacaan tuntutan kepada terdakwa Korinus Padenti alias Ungke Nus. “JPU menuntut hukuman seumur hidup karena melihat hal-hal yang memberatkan terdakwa berupa, menghilangkan nyawa dengan sengaja dan berencana. Korban pembunuhan adalah tulang punggung keluarga. Selain itu juga terdakwa merupakan residivis karena melakukan tindak pidana sebanyak 4 kali," terang JPU yang juga Kasi Barang Bukti di Kejari Talaud.

Seperti diketahui, terdakwa juga pernah melakukan pembunuhan pada tahun 1997. Perkara penganiayaan pada tahun 2004 dan 2013 serta yang terakhir pada 2020 menghilangkan nyawa.

"Maka dari itu JPU menuntut hukuman seumur hidup karena melihat banyak unsur yang memberatkan terdakwa. Sementara tidak terdapat unsur-unsur yang dapat meringankan terdakwa. Terdakwa dijerat berdasarkan dakwaan primiar pasal 340 KUHP," jelas Jaksa yang dikenal sahabat masyarakat ini.

Diketahui, peristiwa pembunuhan ini bermula saat korban bersama istri dan kedua anaknya sedang duduk santai di depan kios, yang berada di sekitar komplek pertokoan Kelurahan Melonguane Timur Senin (27/1) lalu.

Tersangka yang lewat menggunakan bentor (becak bermotor), diganggu korban dengan mengambil sebongkah batu lalu melemparkannya ke arah tersangka dan kena di pelipis kanan.

Tersangka yang merasa geram meninggalkan korban dan kembali ke kediamannya. Dari tempat tinggal, tersangka mengambil sebilah parang dan menaruhnya di atas tempat duduk bentor, kemudian kembali menemui korban.

Sesampainya di sana, si korban lalu menghampiri tersangka sambil membawa batu dan lagi-lagi terlebih dahulu melempar tersangka. Tersangka kemudian balas melempar korban dan mengenai dada korban hingga terjatuh.

Tersangka kemudian langsung mengambil parang dan menikam dada kiri korban. Korban yang berusaha berdiri, kembali terjatuh. Tersangka kemudian membacok tangan kiri, lengan kanan dan kepala bagian belakang korban. Nyawa korban pun tak berhasil diselamatkan. (jos tumimbang)

 


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors