Melisa: Covid-19 Bukan Aib

Deprov Desak Perkuat Sosialisasi


Manado, MS

Stigma negatif terhadap orang yang terkait dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terjadi. Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga positif Corona bersama keluarga, ditengarai kerap dibayang-bayangi perilaku diskriminatif.

Hal itu diendus Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Melisa Gerungan. Kepada sejumlah wartawan, Senin (11/5), di ruang kerjanya, Srikandi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nyiur Melambai itu, meminta sosialisasi untuk penyadaran kepada masyarakat masif dilakukan.

Bagi Melisa, penolakkan terhadap mereka yang berstatus ODP, PDP ataupun yang sudah positif terpapar Covid-19, dapat berpotensi menimbulkan persoalan baru. Sikap tersebut baginya, malahan akan membuat orang yang positif Covid-19, semakin menutup diri. "Karena kan Virus Corona ini bukanlah aib. Jadi mereka yang terkena tidak harus dikucilkan," jelas Gerungan.

Jalan keluar terbaik menurutnya, pemerintah semakin gencar memberikan edukasi kepada masyarakat. Perlu menguatkan kesadaran kepada publik bahwa mereka yang ODP, PDP dan positif bukanlah aib. "Harus terus sosialisasi. Berikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa ini bukan hal yang buruk, bukanlah aib. Jadi jangan merasa terkucilkan kalau sudaha terkena. Sosialisasi ini penting," tutur anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa-Tomohon ini.

Di sisi lain, Melisa juga berharap, masyarakat harus jujur. Apabila mereka sudah melakukan interaksi dengan yang masuk PDP. "Supaya tidak merugikan orang lain. Kalau sudah PDP itu akan membahayakan orang lain. Nanti akan berjangkit," kunci dia.(arfin tompodung)


Komentar