Pemkab Minahasa Siapkan Bansos Tahap Dua


Dampak coronavirus disease 2019 (covid-19) menyasar berbagai sektor, tak terkecuali ekonomi rakyat. Di Kabupaten Minahasa, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk 20.834 Kepala Keluarga (KK). Tak sampai di situ, bantuan serupa untuk gelombang kedua juga telah disiapkan bagi warga yang membutuhkan.

Bupati Dr Ir Royke Octavian Roring MSi berharap bansos berupa bahan pokok ini dapat membantu kesulitan yang dialami masyarakat Minahasa di tengah wabah penyakit ini. "Secara bertahap kita sementara mengupayakan bantuan-bantuan dengan melihat kondisi masyarakat saat ini. Tahap pertama ini kita salurkan bansos dalam bentuk bahan pokok untuk 20.000 lebih keluarga. Setelah ini akan ada penyaluran tahap dua," papar Bupati.

Sampai saat ini penyaluran di tingkat desa dan kelurahan masih berproses. Asisten Pemerintahan dan Kesra Minahasa Sekdakab Minahasa, Dr Denny Mangala mengatakan distribusi dikawal ketat aparat kepolisian dan TNI.

"Sampai saat ini kita masih memiliki cadangan sekitar 2.000 paket sembako yang akan dibagikan sesuai data penerima," kata Mangala usai pertemuan di Mapolres Minahasa, Senin (13/4) kemarin.

Bantuan ini, jelas dia, diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu yang termasuk dalam basis data terpadu.

"Penyalurannya dibagi dua tahap. Untuk tahap satu yang menerima adalah keluarga kurang mampu yang masuk dalam basis data terpadu selain keluarga penerima PKH dan keluarga penerima bantuan pangan non tunai. Kemudian ditambah tukang ojek, kusir bendi dan sopir angkutan umum," jelasnya.

Mangala menyebut, kategori penerima yang masuk pekerja harian seperti tukang ojek, sopir dan kusir bendi yang didata ada sekitar tiga ribu lebih. Namun dari hasil evaluasi ternyata masih ada yang belum terdata.

"Untuk kategori penerima yang belum sempat mendapat bansos di tahap pertama ini jangan kecil hati, karena yang belum sempat terdata tentu akan diberikan pada penyaluran tahap dua," sebut Mangala.

Pemkab Minahasa akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan terkait data penerima, khususnya bagi tukang ojek, kusir bendi dan sopir angkutan umum.

"Memang di tahap satu ini kita hanya merujuk data yang diajukan kumtua dan lurah bulan lalu, yaitu kategori pekerja harian yang diusulkan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ternyata belum semua tercover karena masih ada kumtua dan lurah yang tidak memasukan warganya yang berprofesi sebagai pekerja harian," papar Mangala.

Dirinya berjanji, penyaluran bansos tahap dua akan semakin dioptimalkan khususnya dalam data keluarga penerima.(jackson kewas)


Komentar