E2L Ancam Pecat Guru Malas
Sikap tegas terus diperagakan Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut (E2L). Kali ini, disiplin guru disorot. Nahkoda baru di Bumi Porodisa ini menilai, kehadiran guru di sekolah sudah pada tahap memprihatinkan.
"Sesuai dengan pengamatan kami, bahwa soal kehadiran guru-guru banyak laporan masyarakat. Kehadiran guru di sekolah memprihatinkan," kata Lasut.
Bupati bahkan mengungkapkan, ada guru dan kepala sekolah (Kepsek) yang sudah tidak masuk sekolah hampir tiga bulan. "Ada guru dan Kepsek sudah tiga bulan tidak masuk. Saya sudah tahu persis tempat-tempatnya. Kepada Dinas Dikpora harus memperbaiki kinerja. Karena ini momentum pertama, kami akan memperbaiki dahulu kinerja para guru dan sekolah," tegasnya.
Ia mengatakan, di awal pemerintahannya akan melakukan perampungan soal penyebaran guru-guru di Talaud secara merata. "Ada satu guru rajin mengabdi dengan kesungguhan hati. Satu guru tidur-tidur di kebun. Jadi, ini akan mempengaruhi kualitas, mutu pendidikan di Kabupaten Talaud. Saya tegaskan, mulai hari ini akan melakukan perampungan soal penyebaran tenaga pendidik guru," tambahnya.
Di samping itu, Bupati meminta kepada Kepsek dan orang tua murid untuk mengawasi kehadiran guru di sekolah. "Laporkan kehadiran guru mulai hari ini. Tiga bulan terakhir ini saya agak keras soal pendidikan, karena kita akan memulai gebyar pendidikan dengan merubah perilaku dan kualitas tenaga pengajar. Jadi, diharapkan kepada para Kepsek untuk memasukan semua data-data. Karena akan diawasi oleh pengawas dan kita akan meminta juga keterangan dari orang tua murid," tambahnya.
Mengenai ketidakhadiran guru di sekolah, bupati memastikan akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan undang-undang kepegawaian. "Jika dalam 46 hari berturut-turut tidak hadir, akan diberhentikan. Kita harap ada yang diberhentikan supaya ada contoh. Dan ini kita harapkan ditindak lanjuti dengan serius," tegasnya lagi. (jos tumimbang)














































Komentar