OLLY BERPOTENSI DIKEPUNG


Manado, MS

 

Power Olly Dondokambey di arena Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut) dinilai masih tinggi. Potensi mengepung sang incumbent pun kans terjadi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak gentar.

 

Potensi Olly bakal menjadi fokus para lawannya di Pilkada nanti, bukan tanpa dasar. Adanya penegasan PDIP Sulut untuk ‘harga mati’ mengusung pasangan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) jadi celah. Peluang Banteng Moncong Putih untuk ‘kawin’ dengan partai lain yang punya syarat koalisi pun kans tipis. Sementara, gerak manuver sejumlah figur populis di luar PDIP kian gencar bermain. Saling lobi dan mendaftar untuk menjaring ikatan politik dilakukan.

 

Upaya tersebut sebelumnya telah juga didendangkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulut, Sehan Landjar. Dirinya mendaftar sebagai bakal calon (balon) di Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) tingkat provinsi. Begitu pula dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang mendaftarkan diri ke Nasdem. Bahkan sosok yang satu ini pula sempat digadang-gadang akan bersanding dengan Walikota Manado, Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Manado.

 

Sinyal bahwa tipisnya hasrat PDIP untuk berkoalisi dengan partai yang memiliki syarat tertentu, diperkuat pengurus DPD PDIP Sulut. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Lucky Senduk mengatakan, pihak PDIP selama ini terbuka kepada semua partai. Asalkan, harus menerima dan mendukung tanpa syarat. "Jangan kemudian koalisi harus meminta atau harus ikut mereka," tegas Senduk, saat dihubungi, Minggu (12/1) kemarin.

 

Apalagi menurutnya, kursi PDIP di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut terbilang fantastis. Keberadaannya dua kali lipat dari syarat kepemilikan kursi untuk mengusung sendiri. "Karena kita sudah sudah full 18 kursi. Malah kita sudah 40 persen. Ketentuan cuma 20 persen," ungkapnya.

 

Ditegaskannya, apabila partai-partai lain akan bersama mendukung karena kepemimpinan Olly sangat menguntungkan Sulut, pihaknya sangat terbuka. Hanya saja tidak dengan harus mengikuti syarat-syarat tertentu partai tersebut. "Kalau karena kepemimpinan Olly yang memperhatikan Sulut sehingga mendukung pak Olly, silahkan. Tapi seperti tadi, mendukung tanpa syarat," paparnya.

 

Upaya mengepung petahana berpotensi terjadi. Hal itu karena salah satu kekuatan utama untuk melemahkan posisi OD-SK adalah jika mereka hanya ditantang oleh satu pasang calon saja. "Jika Olly mendapat perlawanan dua atau lebih pasangan calon maka OD-SK akan berpotensi menang. Kalau OD-SK hanya dilawan satu pasangan calon maka pemilih yang selama ini tidak bersimpati dengan OD-SK akan menyatu dan akan memilih calon yang bukan OD-SK," jelas pakar politik Sulut, Ferry Daud Liando.

 

Terkait hal ini menurutnya, Pilkada DKI Jakarta bisa jadi pelajaran. Saat peserta pilkada diikuti 3 pasang, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok mendominasi perolehan suara. Namun saat di putaran kedua Ahok akhirnya kalah. "Karena saat itu tinggal ada dua pasang calon. Pemilih yang tidak senang dengan Ahok menyatu memilih Anies (Anies Baswedan)," ucap

 

Hal berikutnya menurut dia, jika lawan OD-SK itu berpasangan dengan calon wakil gubernur yang berasal dari Bolmong Raya. Siapapun calon gubernur yang berhasil menggandeng pasangan calon Wakil Gubernur dari Bolmong maka akan sangat membahayakan pasangan OD-SK. "Sebab calon dari Bolmong itu akan merepresentasikan 3 hal yakni representasi etnik, representasi agama dan representasi wilayah pemerintahan. Bila terjadi dua kondisi ini maka pasangan OD-SK akan mendapat perlawanan seimbang," terangnya.

 

Namun persoalannya menurut Liando, siapa sosok yang bisa melawan pasangan OD-SK masih dipertanyakan. Kalau mengacu syarat Undang-Undang (UU) 10 tahun 2016 tentang Pilkada, praktis hanya PDIP dan Nasdem yang bisa mengusung calon. Sebab ketentuannya adalah parpol yang bisa mengusung calon adalah peraih 20 persen kursi dari total jumlah kursi di DPRD hasil pemilu. "Jadi syarat ini baru milik PDIP dan Nasdem. Tapi masalahnya adalah hingga kini sepertinya Nasdem agak kesulitan menentukan calon. Nasdem memiliki kader-kader yang punya nama besar seperti Pak Vicky (Vicky Lumentut), Vonny Panambunan, Elly Lasut dan ibu Felly Runtuwene. Namun koleksi nama-nama besar ini menyulitkan Nasdem mengambil keputusan. Pihak Nasdem Sulut sendiri menyerahkan sepenuhnya kepada DPP partai nasdem untuk memutuskan. Jika DPP Sulit mengambil keputusan maka Nasdem berpotensi tidak akan mengusung calon di pilkada," tuturnya.

 

Nama lain yang menurutnya ikut bersosialisasi adalah Tetty sapaan akrab Christiany Paruntu. Namun masalahnya partai Golkar dimana Tetty sebagai kader tidak memenuhi syarat untuk mengusung calon. Golkar masih harus membutuhkan tambahan 2 kursi agar syarat mengusung calon terpenuhi. "Jika Golkar tidak mampu mendapat 2 kursi tambahan maka Golkar berpotensi tidak bisa mengusung calon," jelas akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado ini.

 

Liando menegaskan, bila dua potensi ini nantinya benar-benar terjadi maka hal yang bisa dikuatirkan adalah pilkada Sulut hanya akan muncul satu pasangan calon. UU memunginakan jika hanya satu pasangan calon sebagai peserta pilkada.  "Pilkada Mitra (Minahasa Tenggara) tempo hari telah membuktikan itu. Namun demikian perlu dilakukan tindakan antisipatif agar calon tunggal bisa dihindari. Tapi jika Nasdem dan Golkar tak mengusung calon, maka Sulut harus bersiap dengan satu pasangan calon," kunci Liando.

 

PDIP YAKIN RAKYAT MEMILIH OLLY

 

Nyali Banteng Moncong Putih tak ciut. Potensi Olly dikepung oleh lawannya dinilai bukanlah ancaman. Kemenangan sosok incumbent ini di arena Pilgub ditegaskan.

 

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Lucky Senduk mengungkapkan, bila ada perpaduan partai untuk melawan Olly maka pihaknya tak gentar. Hal tersebut dinilai bukan sebagai ancaman bagi partai mereka. Olly sebagai petahana masih sangat kuat karena masyarakat selama ini telah merasakan kepemimpinannya. "Sudah dirasakan masyarakat Sulut dan kepemimpinannya menyentuh langsung ke masyarakat. Kita masih yakin rakyat memilih dengan kepemimpinan dengan yang mereka sudah alami sendiri," tegas Senduk.

 

Ia menegaskan, setiap bakal calon (balon) dari partai lain ini yang muncul di permukaan publik, banyak yang mempunyai wilayah kepemimpinannya sendiri sebagai kepala daerah kabupaten atau kota. Hanya saja bagi dia, Kota Manado tidak merasakan kepemimpinan Bupati Minahasa Utara (Minut). Begitu sebaliknya, masyarakat Minut tidak merasakan kepemimpinan Walikota Manado.

"Tapi Olly semua rakyat Sulut sudah merasakan kepemimpinan Pak Olly. Kami yakin rakyat Sulut bisa memilih secara rasional dan memilih berdasarkan track record yang dibuat ke masyarakat Sulut," tuturnya.

 

Waktu penetapan calon PDIP untuk Pilgub menurutnya, kurang lebih akan bersamaan dengan kabupaten kota. Kalau kemudian bergeser maka pasti dilakukan sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Tergantung DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Tapi kita sudah menyatakan dilaksanakan di DPP," kuncinya.

 

KPU SULUT PERSIAPKAN TAHAPAN

 

Roda tahapan Pilgub 2020 terus diputar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut. Sambil mensosialisasikan terkait jalur perseorangan, kini lembaga tersebut menyiapkan pembentukan ad hoc.

 

Proses tahapan tersebut dijelaskan komisioner KPU Sulut, Salman Saelangi. Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang dalam menggenjot pembentukan Panitia Pengawas Kecamatan (PPK). Sejumlah syarat perekrutannya pun kencang digaungkan. "Untuk yang PPK jangan yang terlibat parpol (partai politik) selama 5 tahun atau yang sudah tidak berpartai selama 5 tahun. Baru yang tidak terlibat tim sukses, tim pemenangan atau relawan," jelasnya.

 

Syarat lain menurutnya, PPK tersebut harus memiliki pengetahuan kepemiluan. Tugas mereka dalam menjalankan fungsi harus diperhatikan. "Penting juga mereka dapat mengetahui kewajiban fungsi, tugas sebagai ad hoc tentunya," tutupnya. (arfin tompodung)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors