Foto: Foto bersama Gubernur Olly dan sejumlah kepala daerah pada perayaan HUT ke-55 Provinsi Sulut.(Foto.Ist)
Tonjolkan Kearifan Lokal, OD-SK Kenakan Busana Adat
Peringatan HUT ke-55 Provinsi Sulut Istimewa
Laporan: Sonny DINAR
UMUR Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertambah satu tahun. Senin (23/9), Bumi Nyiur Melambai menginjak usia ke-55. Meski ‘sentuhan’ modern kerap membungkus sektor pembangunan daerah, namun spirit lokalitas tetap dipegang teguh.
Hal itu mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Provinsi Sulut, kemarin. Saat bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Gubernur Olly Dondokambey mengenakan pakaian adat Minahasa. Bukan hanya Gubernur, Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw juga tampil elegan dengan balutan busana adat Bumi Totabuan. Begitu juga dengan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen dengan pakaian adat Nusa Utara.
Pesona kearifan lokal semakin kuat membekap perayaan syukur itu, karena semua kepada daerah tampil mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Begitu juga dengan istri dari Gubernur, Wagub dan Sekprov Sulut.
Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengajak masyarakat untuk memaknai peringatan HUT ke-55 Provinsi Sulut sebagai momentum refleksi terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu.
“Apa yang telah kita upayakan ini untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu untuk membawa daerah ini semakin maju, semakin berkembang dan semakin sejahtera,” ujar Olly.
Di usia 55 tahun Provinsi Sulut, persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun bangsa dan daerah harus tetap terjaga agar progres pembangunan di Sulut akan semakin baik, yang pada muaranya dapat menjadikan Sulut semakin hebat. “Menjadi harapan juga, dalam momentum bersejarah ini seluruh masyarakat Sulawesi Utara dari Miangas sampai Pinogaluman, akan menyatakan tekad, sikap dan komitmen untuk tidak berhenti mendukung arah pembangunan pemerintah pusat, khususnya dalam membangun dan menjadi SDM (Sumber Daya Manusia) unggul untuk memberikan kontribusi bagi terwujudnya Indonesia maju,” tandas dia.
Masih Olly, perayaan HUT ke-55 Provinsi Sulut berbeda dengan perayaan yang dilaksanakan ditahun-tahun sebelumnya. Misalnya, pameran pembangunan dan promosi. Biasanya kegiatan itu dilaksanakan di Lokasi Pameran Kayuwatu Manado. Namun, untuk tahun 2019 akan digelar di SMESCO Convention Hall Jakarta Selatan dengan tajuk ‘SULUT EXPO 2019’.
“Dilaksanakannya SULUT EXPO 2019 di luar daerah tentu tidak serta merta hanya untuk memberikan kesan berbeda di perayaan HUT ke-55 Provinsi Sulut. Namun lebih dari itu, semakin memperkenalkan Sulut di kancah nasional, dan ditargetkan akan menguatkan branding wajah Sulut sebagai kawasan investasi dan pariwisata dunia,” tuturnya.
“Mari sama-sama kita doakan dan dukung SULUT EXPO 2019 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 26 sampai dengan tanggal 29 September, hingga nantinya meraih kesuksesan dan memberikan pengaruh positif terhadap upaya kita bersama dalam langkah ke depan, menjadikan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Pasifik,” imbuh mantan anggota DPR-RI itu.
Usai sambutan, dilanjutkan dengan penyerahan sejumlah penghargaan dan bantuan di antaranya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) teladan serta bantuan hibah pendidikan berupa 1 unit motor, 13 unit laptop kepada Politeknik Negeri Manado. Kemudian, 8 unit motor dan 15 unit komputer kepada Politeknik Nusa Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Di samping itu, diserahkan sertifikat hak pakai oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulut Kepada Gubernur Sulut serta penghargaan lainnya.
Selanjutnya, peresmian layanan 119 Kegawatdaruratan Medik Indonesia yang digagas oleh Dinas Kesehatan Sulut. Di akhir upacara, ratusan pelajar SMK Negeri 1 Manado menyanyikan lagu-lagu daerah diikuti seluruh peserta upacara.
Untuk diketahui, upacara HUT ke-55 Provinsi Sulut dipusatkan di Lapangan Robert Wolter Mongisidi Manado dan dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Andrei Angouw, Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Edwin Silangen, Ketua DWP Sulut Ivonne Silangen-Lombok, para pejabat Pemprov Sulut, jajaran BUMN, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pelajar.(*)












































Komentar