Foto: Sonny Lela dan Michael Kalonio
Guru Honda Senior Minta Perhatian Walikota
Manado, MS
Permintaan kesejahteraan bagi puluhan Oemar dan Umi Bakrie, sebagai guru honor daerah (honda) tersampaikan di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado ketika mereka datang Senin (24/6) lalu.
Nasib mereka yang sudah mengabdi bertahun-tahun tapi urung diperhatikan pemerintah dibahas.
"Mereka menyampaikan terkait penetapan serta upah mereka yang tersingkir oleh guru honda baru. Dimana, didahulukannya oleh instansi berwenang soal pemberian Surat Keputusan (SK) dan upah yang tersendat," kata Lela, Selasa (25/6) kemarin di ruangannya.
Lanjutnya, pengabdian mereka seharusnya jadi utama, mengingat sudah lama membimbing anak daerah agar mendapat pendidikan layak di Kota Manado.
Dia pun menghendaki agar dipending dulu penetapan SK serta pembayaran gaji seluruh guru honda krmudian diverifikasi untuk didahului mereka yang lama.
"Para honda menceritakan, ketika masuk pembayaran gaji, nama-nama mereka disebut menghilang saat didaftar," ujarnya.
Dia menyebutkan kalau tidak ada niat menghambat nasib mereka yang baru, tapi mendahului yang lama perlu dapat pertimbangan utama.
Senada diutarakan legislator Michael Kalonio, kalau tenaga pendidik kategori honda itu perlu mendapat porsi utama.
Pasalnya, sudah sangat lama mereka mengajar bahkan ada yang sudah belasan tahun dan belum diangkat juga.
Tambahnya, pemerintah sudah layak memberi yang pertama terkait hak untuk mereka kemudian yamg baru menyusul.
"Kepala Sekolah pun mau menerima kondisi tersebut dengan jangan memilah-milah siapa yang didahulukan," tandasnya. (devy kumaat)














































Komentar