Hubungan Sulut-Filipina Makin Harmonis


Manado, MS

Ikatan Sulawesi Utara (Sulut) dengan Negara Filipina kian kuat. Hubungan itu kembali terbangun ketika Gubernur Olly Dondokambey menghadiri acara Proklamasi Hari Kemerdekaan Filipina ke-121 tahun yang digelar di Manado, Minggu (16/6).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Olly mengucapkan selamat merayakan hari kemerdekaan kepada masyarakat Filipina. Khususnya yang berada di Sulut.

"Semoga peringatan Hari Kemerdekaan ke-121 tahun ini semakin membawa Filipina pada progres pembangunan bangsa yang semakin maju," kata Olly.

Menurut Olly, sebagai daerah di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina, Sulut merasakan dampak positif. Lebih khusus atas terjalinnya berbagai bentuk kerjasama bilateral yang harmonis antara Indonesia dan Filipina.

"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Filipina melalui Konsulat Jenderal Filipina di Manado yang senantiasa membangun komunikasi dan kerjasama yang erat dengan Pemprov Sulut dalam berbagai aspek dan dimensi pembangunan," ungkap Olly.

Diterangkan Olly tentang era masyarakat ekonomi ASEAN yang merupakan agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN. Tujuan utama untuk meminimalisir bahkan menghilangkan hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan. Misalnya dalam perdagangan barang, jasa dan investasi guna meningkatkan daya saing negara negara ASEAN.

"Tentunya ke depan akan banyak tantangan serta permasalahan sekaligus peluang yang membutuhkan sinergitas kerja kita yang lebih baik dan lebih solid lagi. Untuk itu, mari kita jaga dan tingkatkan terus harmonisasi kerjasama yang telah terbangun selama ini, demi kemajuan bersama di masa depan," imbuh Olly.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Konsul Jenderal Filipina di Manado Oscar G Orcine, jajaran Forum Kominikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut Andrei Angouw dan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen. (sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting