Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan

Devile Hardiknas di Tomohon Angkat Kearifan Lokal


Laporan: Victor REMPAS

SETIAP tanggal 2 Mei, stake holder pendidikan di Indonesia bersuka. Hari itu, tokoh pelopor pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara dilahirkan. Sampai saat ini, hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Di Kota Tomohon, euforia sukacita Hardiknas menyebar luas. Momentum ‘kebangkitan’ dunia pendidikan tanah air itu, rutin dirayakan di Kota Siswa. Pada tahun 2019 ini, sederet kegiatan dihelat. Salah satu agenda yang selalu menarik perhatian masyarakat Kota Bunga dan sekitarnya, yakni devile Hardiknas, Kamis (2/5) kemarin.

Ribuan masyarakat tumpah ruah di ruas jalan poros Kota Sejuk. Tampilan kreatifitas dan inovasi terbaik dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tersaji. Rata-rata sekolah menonjolkan kekayaan budaya yang merupakan perpaduan kearifan lokal Minahasa dan Tomohon. Misalnya, Tarian Kabasaran, Tari Ma’zani, penggunaan pakaian adat hingga tampilan hasil kreatifitas dari bahan daur ulang.

Sederet kejutan yang muncul dalam devile kali ini, mengundang decak kagum. “Ini tampilan yang sangat luar biasa. Kami bangga dengan karya dan inovasi yang dihadirkan saat ini. Terima kasih para siswa dan guru-guru yang sudah mempersiapkan penampikan terbaiknya,” ungkap Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA (JFE).

Bagi Tokoh Kerukunan di Indonesia, pagelaran yang sarat potensi kearifan lokal, seirama dengan  tema Hardiknas tahun 2019 ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’. Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hadjar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan, guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

“Dalam perspektif Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan. Pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan,” urainya.

“Melalui momentum Hardiknas, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” imbuh Walikota dua periode itu.

Untuk diketahui, rombongan devile Hardiknas disambut Wakil Walikota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan. Penyambutan devile dipusatkan di Kawasan Menara Alfa Omega (MAO) Tomohon.

 

Pada kesempatan itu, Sompotan mengatakan,  pendidikan harus menjadi urusan semua pihak. Artinya, bergandeng tangan, bahu-membahu, bersinergi memikul tanggung jawab dalam menguatkan pendidikan dan  memajukan kebudayaan. Ungkapan terima kasih juga disampaikan Wawali Sompotan bagi seluruh sekolah, siswa dan guru yang sudah mengikuti pawai Hardiknas.

Wawali Sompotan didampingi Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Ir Harold V Lolowang serta jajaran pejabat Pemkot Tomohon.

Untuk diketahui, jumlah peserta devile Hardiknas Kota Tomohon tahun 2019 yakni, SD 35 peserta, SMP 18 peserta dan SMA/SMK 8 peserta.(**)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting