Aksi Robek Absen Oknum Legislator Golkar Dikecam, Stefy Tanor: Harusnya Utamakan Kepentingan Rakyat
Tomohon, MS
Aksi perobekan absen oleh salah satu oknum anggota Dewan Kota Tomohon dari Partai Golkar pada Jumat (20/9) akhir pekan lalu, menuai sorotan tajam dari Stefy Tanor, pejuang kota Tomohon. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan dalam lembaga terhormat seperti DPRD.
"Mekanisme musyawarah dan mufakat adalah dasar hukum tertinggi dalam pengambilan keputusan politik di DPRD. Tidak ada alasan, apalagi demi aturan, yang membenarkan aksi perobekan absen itu," tegas Tanor kepada sejumlah wartawan kala itu.
Disampaikannya, Dewan Kota Tomohon yang baru saja dilantik memang dihadapkan dengan agenda kerja daerah yang harus segera diselesaikan. Salah satu prioritas utama adalah pembahasan APBD Perubahan Kota Tomohon untuk tahun anggaran 2024, yang harus segera dirampungkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tanor menjelaskan, bahwa tiga bulan sebelum akhir tahun anggaran, pembahasan APBD-P sudah harus selesai. Karena itu, pimpinan dewan sementara langsung mengambil inisiatif untuk membahas APBD Perubahan ini.
"Justru PDIP dan Gerindra sangat peduli dengan kepentingan rakyat, sehingga memprioritaskan pembahasan APBD-P," lanjut Tanor.
Tanor juga menambahkan bahwa peraturan Tata Tertib (Tatib) Dewan bisa tetap menggunakan aturan lama sebagai pedoman kerja. Tidak ada kewajiban bahwa Tatib yang lama harus diubah terlebih dahulu sebelum membahas APBD-P. "Jika harus mengubah Tatib, itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, termasuk konsultasi dengan Kemendagri dan koreksi lainnya. Sementara kepentingan rakyat mendesak untuk segera diselesaikan melalui APBD-P. Waktu kita sangat terbatas," jelasnya.
Menurut Tanor, langkah pimpinan dewan sementara Kota Tomohon yang mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam membahas APBD-P sudah sangat tepat dan menunjukkan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
"Sebagai wakil rakyat, tugas utama adalah memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya. Rakyat adalah pemegang kedaulatan, maka mereka adalah 'tuannya'," tutup Stefy Tanor dengan tegas. (RommyKaunang/*)










































Komentar