KPU-Bawaslu Berduka


PEMILU serentak 2019 menyisahkan ‘bencana’. Puluhan petugas penyelenggara pemilihan umum (pemilu) meninggal dunia. Kekhawatiran awal terkait pelaksanaan pesta demokrasi yang dihelat serentak terbukti.

Hingga Selasa (23/4), jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019 kembali bertambah. Saat ini tercatat sebanyak 119 orang meninggal dunia. Selanjutnya, data sementara ada sekira 26 panitia pengawas pemilu (panwaslu) juga meninggal dunia saat melakukan proses pengawasan.

Terkait kondisi ini, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, meninggalnya sejumlah petugas KPPS karena kelelahan saat Pemilu 2019 sudah menjadi kekhawatiran sejak awal. JK menyebut Pemilu 2019 sebagai pemilu paling rumit. "Itu yang kita khawatirkan sejak awal. Bahwa ini pemilu yang terumit. Ternyata ada korbannya, di kalangan KPPS, juga di kepolisian ada korban," ujar JK di kediamannya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Menurut JK, pemilu serentak yang berlangsung beberapa waktu lalu perlu dievaluasi. Salah satunya agar pileg dan pilpres kembali dipisah. "Tentu harus evaluasi yang keras. Salah satu hasil evaluasi, dipisahkan antara pilpres dan pileg, itu supaya bebannya (petugas) jangan terlalu berat," katanya.

Ditambahkannya, salah satu yang juga menjadi catatan adalah pemilihan caleg dilakukan secara tertutup. Caleg dapat dipilih oleh partai. "Termasuk juga caleg-caleg itu tertutup. Pilih partai saja, sehingga tidak terjadi keruwetan menghitung," tuturnya.

Terpisah, KPU mengatakan jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia pada saat proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019 kembali bertambah. Saat ini tercatat sebanyak 119 orang meninggal dunia. "Datanya bertambah, 119 meninggal dunia, 548 sakit, tersebar di 25 provinsi," ujar komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Selasa (23/4).

Viryan mengatakan, total petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit sejumlah 667 orang. Dia menyebut data ini berdasarkan update terbaru hari ini hingga pukul 16.30 WIB. "Berdasarkan data yang kami himpun hingga pukul 16.30 WIB, petugas kami yang mengalami kedukaan ada 667 orang," ujar Viryan.

 

Jumlah anggota KPPS meninggal dunia ini bertambah sebanyak 28 orang. Sedangkan jumlah anggota KPPS sakit bertambah sebanyak 174 orang sejak pendataan pada Senin (22/4) petang.

Terpisah, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin memaparkan saat ini terkonfirmasi ada 26 panwaslu yang meninggal dunia saat melakukan proses pengawasan. Ia mengatakan kebanyakan dari mereka meninggal dunia karena kelelahan.  "Sementara meninggal terkonfirmasi 26, yang banyak kayaknya kelelahan, mungkin karena capek yang luar biasa," ujar Afifuddin di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Afif mengakui pelaksanaan pemilu serentak ini lebih berat dibandingkan dengan Pemilu 2014. Hal ini akan menjadi fokus untuk perbaikan ke depan.  "Mungkin kalau secara umum kita harus perhatikan beban kerja yang kelihatannya apa yang kita pikirkan soal beban kerja penyelenggara ad hoc dari kecamatan sampai TPS ini juga akhirnya memakan korban mungkin juga karena kelelahan dan lain-lain," katanya.

"Tentu kita berduka, kita sangat bersedih, dedikasi yang luar biasa dari jajaran penyelenggara, PPPS yang kalau kita lihat yang mereka dapatkan tidak seberapa dibandingkan pengorbanan dan juga waktu yang dia berikan untuk mengawal pemilu ini yang saya kira ini menjadi perhatian kita semua untuk memperhatikan kesejahteraan, termasuk keselamatan dari proses demokrasi yang luar biasa mengharu biru ini," lanjut Afif.

Afif mengakui memang belum ada jaminan kesehatan bagi panitia pengawas pemilu. Untuk itu, pihaknya akan memberikan santunan kepada panitia yang meninggal dunia saat bertugas. "Kalau di kita, secara kelembagaan dulu kan mau diasuransikan, tapi kelihatannya belum semuanya disetujui. Tapi ada beberapa provinsi yang sudah, kayak Jakarta itu bisa dicek BPJS sudah ter-cover. Mereka juga ada hal-hal yang dianggap membahayakan. Tapi apakah tingkat kecamatan saja atau sampai TPS, nah itu yang belum tahu. Kalau dari sisi kelembagaan kami sudah menyiapkan dan Pak Sekjen sudah menyatakan alokasinya yang sifatnya santunan dan lain-lain kepada jajaran kita," papar Afif.

Sebelumnya, data Bawaslu mencatat ada 14 orang anggota Panwaslu meninggal saat mengawasi Pemilu 2019. Selain itu, menurut Bawaslu, secara total ada 325 orang anggota Panwaslu yang sakit, mengalami kekerasan, maupun meninggal saat pelaksanaan pemilu.(dtc)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting