Perlindungan Perempuan dan Anak, 3 Point Utama DP3A Mengacu ke Misi Walikota CS
Tomohon, MS
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tomohon tetap konsisten menyelaraskan program Pemerintah Kota Tomohon, mengacu ke Misi Peningkatan Kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor. Dalam pertemuan konfrensi pers yang difasilitasi Prokopim Setda, belum lama ini, Dr. Olga Karinda, Kepala DP3A, menyampaikan beberapa poin penting terkait upaya dan program yang sedang dan akan dilaksanakan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia, khususnya Tomohon sesuai dengan Misi Walikota Tomohon Carroll Senduk SH.

Dalam pernyataannya, Dr. Olga Karinda menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam upaya melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak. “Kami terus berupaya untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa hak-hak perempuan dan anak-anak terlindungi dengan baik,” ujar Dr. Olga.
Poin-Poin Utama dari Pernyataan Dr. Olga Karinda diantaranya,
1. Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan: DP3A akan meluncurkan beberapa program baru yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, termasuk pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha. "Pemberdayaan ekonomi adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," jelas Dr. Olga.
2. Perlindungan Anak dari Kekerasan.
Dr. Olga menyoroti pentingnya penguatan sistem perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikologis, maupun seksual. DP3A akan meningkatkan kerjasama dengan pihak kepolisian dan lembaga hukum lainnya untuk memastikan penegakan hukum yang lebih efektif. “Kami juga akan memperbanyak pusat layanan terpadu untuk anak-anak korban kekerasan agar mereka bisa mendapatkan pendampingan dan pemulihan yang memadai,” tambahnya.

3. Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat.
Dalam upaya jangka panjang, DP3A akan fokus pada pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai hak-hak perempuan dan anak.
“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku di masyarakat. Kami akan menggencarkan kampanye edukasi melalui berbagai media dan komunitas,” ujar Dr. Olga.
Dalam sesi tanya jawab, Dr. Olga Karinda juga mengapresiasi peran media dalam menyebarkan informasi dan edukasi mengenai hak-hak perempuan dan anak. Beliau berharap media terus mendukung program-program DP3A dengan memberikan pemberitaan yang konstruktif dan mendidik.
“Kami akan terus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih ramah dan adil bagi perempuan dan anak-anak kita, "ujarnya. (RommyKaunang)










































Komentar