Foto: Kegiatan FKP yang dilaksanakan oleh RSUD Anugerah Kota Tomohon.(Inzet: Direktur RSUD Anugerah dr Irene Pandeiroot MM MKes)
FKP RSUD Anugerah Tomohon Jadi Media Peningkatan Pelayanan Publik Bidang Kesehatan
Tomohon, MS
Forum Konsultasi Publik (FKP) yang dilaksanakan RSUD Anugerah Tomohon mengupas beragam informasi dan aspirasi masyarakat Kota Tomohon lintas sektor yang lebih mengarah pada upaya dalam meningkatkan pelayanan publik. Terungkap, jika dilihat dari sisi pola pelaksanaannya untuk pelayanan publik ternyata memiliki berbagai kelemahan diantaranya kurang responsif saat mendengar keluhan/saran, kurangnya informasi ke publik untuk program, kurangnya koordinasi antar SKPD untuk peningkatan mutu pelayanan.
Menyadari hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon dr John Lumopa MKes mengatakan FKP dapat menjadi media dalam peningkatan pelayanan publik.
"Yah kita tau bahwa dengan kegiatan FKP ini, dapat menjadi media peningkatan pelayanan publik dan semua stakeholder terkait, dapat memikirkan bersama masalah dan jalan keluarnya, agar ada upaya dan kepuasan masyarakat menikmati fasilitas publik yang memadai walaupun terbatas, " ujar Lumopa.
Lebih lanjut dikatakannya,
Agar ada keputusan yang baik maka, harus ada cara melibatkan masyarakat dan stakeholder dalam rancangan pembangunan.
"Yah kita juga harus berpikiran yang kongkrit, libatkan masyarakat, pemangku kepentingan di Kelurahan yang ada dalam menyusun rancangan pelayanan itu. Ini penting agar tercipta sinergitas percepatan pelayanan publik. Kemudian juga agar terbangun adil transparan dan akuntabel. singkronkan keinginan masyarakat untuk peningkatan pelayanan publik," ujar dr Jhon sembari mengatakan jika dalam membangun kepercayaan publik itu tidak mudah tetap harus dari tahun ke tahun meningkat.
"Tahun 2022 Akreditasi paripurna untuk pelayanan masyarakat dari RSUD Anugerah Tomohon, jangan sampai kita terbuai dengan apa yang dicapai tetapi apa yang harus dikembangkan," tuturnya.
Sementara itu, hal yang sama juga disampaikan Kabag Ortal Sekda Paula Ponto MAP.
"Singkatnya dalam kegiatan FKP ini akan menjadi salah satu unsur indeks reformasi birokrasi. Artinya jika kita tidak melaksanakan tugas dengan baik, maka bisa saja dan memungkinkan ketelodoran dan kemalasan akan menentukan salah satu unsur penerima besaran tunjangan tambahan penghasilan. Maka dari itu usahakan berikanlah pelayanan terbaik, " tuturnya sembari mengatakan untuk Pemenuhan unsur pelayanan publik, fisik sarana prasarana dan administrasi juga perlu dikembangkan.
Ditempat yang sama, hadir juga inspektorat kota Tomohon, Irban 1 Ineke Gosal dalam FKP tersebut juga lebih cenderung mengingatkan agar kinerja RSUD Anugerah Tomohon harus mengikuti standar pelayanan.
"Kita tetap melakukan audit Kinerja terkait standar pelayanan untuk rumah sakit ini. Itu penting agar mereka bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Kemudian hal yang tidak kalah penting juga tentang pengadaan peralatan sesuai dengan peruntukan. Berharap itu dapat difungsikan secara baik dan sesuai peruntukannya," jelasnya seraya mengatakan juga perlu menjadi perhatian bersama dalam mengoptimalkan Instalasi pengolahan air limbah.
"Karena kalau limbah dapat diproses dengan baik maka kita sudah berupaya untuk menjaga Lingkungan hidup kita agar tidak tercemari," ujarnya.
Di sela sela acara tersebut, pihak Rumah Sakit Anugerah juga menyerahkan penghargaan kepada Puskesmas Langsot dan Kelurahan Woloan yang banyak menggunakan layanan Hospital Without Wall (HWW)
Diujung percakapan, Direktur RSUD Anugerah Kota Tomohon, dr Irene Pandeiroot MM MKes mengatakan Pelayanan Publik untuk Rumah Sakit ini belum sempurna. Masih ada yang harus dibenahi namun, setidaknya seluruh program unggulan (HWW) harus dengan penuh sukacita dan sukarela untuk dilakukan.
"Program ini sudah cukup baik. Dimana kalau ada pasien yang sakit tinggal hubungi nomor contac yang sudah disiapkan, maka dari pihak rumah sakit akan segera menjemput pasien. Butuh juga kerjasama dari para kepala dan Wakil Kepala lingkungan lewat Kepala Kelurahan, agar benar benar pelayanan kesehatan kepada masyarakat itu cepat tepat dan efisien, " ujar dr Irene.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk saat ini, dari sisi kapasitas tenaga medis itu memadai.
"Yah kita disini ada 299 tenaga medis. Itu sudah cukup dan sangat memadai sesuai dengan jumlah bidang pelayanan yang ada. Dan kedepannya juga memang perlu ditambah untuk kebutuhan poli dan atau bidang lainya. Selain tenaga medis juga bahwa Rumah sakit ini memiliki daya tampung sebanyak 105 kamar. Dan ini sudah mengikuti UU 44 tahun 99 tentang bagaimana memaksimalkan Pelayanan sarana dan prasarana kesehatan," jelasnya sembari memberikan apresiasi kepada masyarakat, Pers, LSM, pihak Lurah, Kecamatan dan organisasi profesi khusus di bidang kesehatan serta SKPD terkait yang sudah memikirkan bersama dan menyatakan sikap untuk bersama sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kota Tomohon dari sisi kesehatan. (Rommy Kaunang)












































Komentar