MERAPAT KE PDIP, YASTI DUKUNG ADRIANA


Kotamobagu, MS

Panggung politik Nyiur Melambai riuh. Pernyataan mengejutkan Yasti Soepredjo Mokoagow yang mengisyaratkan dukungan ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, jadi penyulut. Kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu bahkan ikut memberi dukungan bagi Adriana Dondokambey, salah satu calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang diusung ‘Banteng Moncong Putih’ dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut).

 

Sinyal dukungan Yasti ke PDIP itu menguat di sela Rapat Koordinasi (Rakor) Pemenangan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) se-Bolaang Mongondow Raya, di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Sabtu (9/3). Politisi Tanah Totabuan itu mengungkapkan keyakinannya bahwa PDIP akan memenangkan Pemilu 2019 di Bolmong Raya.

Pernyataan tersebut dilontar Yasti dihadapan ratusan kader PDIP yang hadir, termasuk Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulut, Olly Dondokambey, bersama sejumlah pengurus lainnya, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting dan Anak Ranting se-Bolmong Raya, serta para caleg yang diusung kubu Moncong Putih.

"Saya yakin PDI Perjuangan akan jaya di Bolmong Raya ini, karena memang kenyataannya di survei PDI Perjuangan juara,” lugas kader Partai Nasdem yang juga Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) itu.

Yasti pada kesempatan tersebut juga menyatakan selalu mendukung Adriana Dondokambey yang kini maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sulut. Dukungan itu juga dikarenakan kedekatannya dengan Olly Dondokambey.

"Saya menjadi Bupati atas permintaan Olly Dondokambey dan diusung oleh PDI Perjuangan. Kami bersahabat baik. Jadi kalau bersahabat, tidak mungkin saya berkhianat kepada Olly Dondomambey. Siapapun yang nanti merusak hubungan saya dengan pak Olly, itu keliru. Karena pak Olly selalu kroscek langsung kepada saya. Ibu bapak tidak tahu hubungan saya dengan Gubernur. Sejak bersama-sama di DPR RI, kita sama sama menopang," ungkap Yasti.

Yasti terang-terangan mengakui tawaran untuk dirinya bergabung ke PDIP sudah diajukan sejak lama. Namun tersirat adanya persoalan di internal yang membendung langkah Srikandi Bolmong itu masuk ke lingkaran partai besutan Megawati Soekarno Putri.

“Dari awal pak Yanni Tuuk sudah tawarkan kepada saya, untuk menjadi ketua DPC PDI Perjuangan di Bolmong. Tapi saya sampaikan, saya tidak mungkin (bergabung, red) kalau ada satu orang itu,” ungkapnya.

Namun Yasti enggan membeber siapa oknum yang dimaksud. “Kalau ada satu orang itu, saya tidak mungkin masuk di PDI Perjuangan. Saya sudah sampaikan sama pak Yanni Tuuk dan dia tahu,"katanya lagi.

Bocoran dari sumber terpercaya yang notabene salah satu pimpinan DPC Bolmong menyebut identitas oknum yang dimaksud Yasti. "Itu Herson Mayulu. Dia (Yasti) tak mau karena ada Herson. Persoalan mereka itu muncul akibat adanya konflik Tapal Batas semasa Herson masih Bupati Bolsel (Bolaang Mongondow Selatan)," beber sumber yang meminta identitasnya ditutup rapat.

 

OLLY APRESIASI DUKUNGAN YASTI

 

Pernyataan Yasti dan sikap optimisnya bahwa PDIP akan memenangkan Pileg 2019 di Bolmong Raya disambut hangat Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey. Sikap Yasti yang siap memenangkan PDIP di Bolmong diapresiasi.

”Ibu Yasti ini kalau ada masalah apa-apa langsung saya cek langsung, termasuk jika ada urusan dengan kader PDI Perjuangan. Mulai sekarang kalau di lapangan kalau ada jajaran kepala desa, camat atau pejabat yang intimidasi kader PDI Perjuangan, langsung lapor ke Ibu Yasti,” kata Olly.

Kehadiran para kader, menurutnya, ikut menggambarkan kekuatan PDIP di Bolmong Raya. "Tentunya pertemuan malam ini juga untuk memenangkan Pilpres dan Lileg kedepan. Kalau mau menang Pilkada, harus menang pileg dahulu. Itu jadi dasar, salah satunya di Bolmong," jelasnya.

Bendahara Umum (Bendum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) itu ikut menyentil soal pemekaran provinsi Bolmong Raya. Dia mengajak semua agar terus berjalan demi memperjuangkan proses tersebut. "Ini janji politik yang belum saya selesaikan. Karena masih ada moratorium terkait pemekaran daerah baru, baik kabupaten dan provinsi," tutupnya.

 

MEMBACA MANUVER POLITIK YASTI

 

Manuver yang dimainkan Yasti dengan mengirimkan isyarat dukungan ke PDIP ikut menghebohkan jagad politik Nyiur Melambai. Utamanya, pernyataam tersebut dilontarkan jelang waktu pelaksanaan pemilu yang semakin dekat.

Pengamat politik Sulut DR Ferry Daud Liando menanggapi dinamika politik ini sebagai hal yang biasa terjadi.  “Terkadang politik itu sangat sulit di tebak. Banyak hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dan banyak yang tidak mustahil menjadi mustahil. Kondisi yang kadang aneh ini terjadi karena adanya kepentingan. Politik tidak mengenal adanya kawan, tidak juga mengenal adanya lawan, yang ada hanyalah kepentingan,” kata Liando, Minggu (10/3).

“Selama ini Yasti dikenal sebagai simpatisan Nasdem. Terbukti beliau sering terlibat dalam acara-acara parpol itu. Nah, belakangan beliau sempat berselisih paham dengan Pemprov terkait pengalihan nasabah bank Sulutgo. Publik dibuat geger soal sikap itu, sebab Yasti diusung PDIP saat Pilkada sehingga menjadikannya sebagai bupati Bolmong,” katanya lagi.

Liando berpendapat, belum ada yang bisa berspekulasi terkait sikap Yasti mendukung PDIP pada pada pemilu kali ini, terutama terhadap pencalonan Adriana dondokambey. Namun menurutnya, ada beberapa kemungkinan penyebab jika dukungan itu benar-benar ada

Yang pertama, Liando melihat bahwa baik PDIP maupun Nasdem memiliki kepentingan yang sama terhadap pemenangan capres tertentu yaitu mendukung Jokowi Maaruf. “Namun dukungan Yasti bisa juga sebagai cara untuk menghalangi kekuatan salah satu caleg PDIP yang selama ini tidak sejalan dengannya yakni Pak Herson,” jelas Liando.

Selain itu, dia melihat bisa saja manuver tersebut berkaitan dengan perjuangan pembentukan provinsi Bolmong Raya. “Sebab Yasti sadar, tanpa Olly maka akan sulit Bolmong Raya itu diperjuangkan,” ujarnya.

Namun Liando menyebut, ke 3 hal tersebut bisa benar bisa juga salah. “Sebab dalam politik, apa yang tampak, sesungguhnya bukanlah hal yang sebenarnya. Begitu juga sebaliknya. Namun kepentingan Yasti mendukung PDIP, biasanya akan terjawab beberapa waktu kemudian,” tandas Dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik di Universitas Samratulangi itu. (sonny dinar/Jackson kewas)

 

 


Komentar

Populer Hari ini


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting