INDONESIA MULAI PULIH

KASUS SEMBUH COVID-19 HARIAN CATAT REKOR TERTINGGI


Jakarta, MS

Perang terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tanah Air terus menunjukkan hasil positif. Indikator itu salah satunya terlihat dari kenaikan signifikan angka kesembuhan. Update data harian Senin (25/1), sebanyak 10.678 pasien dinyatakan sembuh. Jumlah ini sekaligus mencatatkan rekor tertinggi kasus sembuh harian selama masa pandemi berlangsung.

Kabar baik ini kembali menggenjot semangat berbagai elemen di seluruh pelosok Indonesia yang sampai saat ini gigih bertempur melawan penyebaran corona. Sinyal kemenangan pun mulai menguat. Tren kenaikan kasus sembuh yang terus menanjak akhir-akhir ini jadi indikator. Apalagi program vaksinasi yang jadi salah satu ‘senjata’ ampuh pemerintah untuk membendung laju penyebaran corona sementara bergulir. Keyakinan pemerintah jika di tahun 2021 ini ekonomi negeri pulih kans segera terjawab.

Rekor baru kasus sembuh Covid-19 disampaikan Kementerian Kesehatan melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Senin (25/1). Terdapat tambahan 10.678 pasien sembuh, sehingga total angka kesembuhan sembuh menjadi 809.488 orang. Rekor kesembuhan sebelumnya dicatatkan pada 23 Januari 2021 yakni sebanyak 9.912 orang.

Berdasarkan data Kemenkes, DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak, 2.504 orang. Disusul Jawa Tengah dengan 2.371 orang, Jawa Barat 1.231 orang, Jawa Timur 842 orang, Sulawesi Selatan 535 orang, Kalimantan Timur 461 orang, DI Yogyakarta 408 orang, Bali 306 orang, Banten 300 orang.

Kemudian Sulawesi Utara 178 orang, Lampung 170 orang, Riau 169 orang, Sulawesi Tengah 155 orang, Kalimantan Utara 141 orang, Kalimantan Selatan 139 orang, Bangka Belitung 132 orang, dan daerah lainnya yang memiliki kasus sembuh di bawah 100.

Sementara secara keseluruhan, Jakarta menjadi daerah yang memiliki pasien sembuh tertinggi, 223.804 orang. Disusul Jawa Barat 103.572 orang, Jawa Timur 91.784 orang, Jawa Tengah 75.030 orang, dan Sulawesi Selatan 40.196 orang.

 

TEROBOSAN MENKES BARU

Penanganan Covid-19 di Indonesia tak lepas dari peran sejumlah pihak. Salah satunya Menteri Kesehatan (Menkes) yang belum lama ini dilantik, Budi Gunadi Sadikin. Dalam dua pekan pertama sebagai Menkes, Budi setidaknya melakukan lima terobosan berarti terkait penanganan Covid-19 dan program vaksinasi.

Pertama menambah kapasitas ruang perawatan di rumah sakit harus dalam waktu singkat. Hal itu dilakukannya atas masukan beberapa pihak terdekatnya yang memprediksi lonjakan kasus covid usai Natal dan Tahun Baru.

"Mereka bilang saya pasti akan kalang-kabut bila tak segera mengantisipasi, karena minggu kedua dan ketiga Januari jumlah pasien Covid pasti akan melonjak sedikitnya 30 persen. Saya tak bisa tidur mendapat masukan dari mereka. Saya pun langsung meminta rumah sakit menambah kapasitas ruang rawat inap dan ICU,” katanya.

Terobosan selanjutnya yaitu menambal kekurangan dari sisi tenaga kesehatan (perawat). Dia pun merekrut 10 ribu perawat yang baru lulus. Budi mengizinkan mereka untuk langsung bekerja meskipun lazimnya harus ada proses sertifikasi.

"Selama masa pandemi mereka bisa langsung kerja, gak perlu nunggu sertifikasi dulu," ujarnya.

Selain itu, dia juga membenahi dan mengintegrasikan sistem TI di lingkungan Kemenkes. Maklum, Sarjana Fisika Nuklir itu pernah menjadi staf teknologi informasi (TI) di IBM Asia Pasifik dan berkantor di Tokyo, Jepang. Pembenahan sistem TI ini terkait dengan data tenaga kesehatan yang akan menerima vaksinasi.

Sementara terkait program vaksinasi, Budi antara lain menghadapi kendala logistik berupa terbatasnya jumlah lemari pendingin untuk mendistribusikan dan menyimpan vaksin. Untuk menyiasatinya, selain meminta puskesmas untuk menambah lemari pendingin, dia juga bekerja sama dengan Unilever yang punya kapasitas untuk itu.

 

JOKOWI : INDONESIA MAMPU ATASI KRISIS PANDEMI

Grafik kenaikan kasus sembuh Covid-19 di Indonesia memantik respon positif berbagai pihak. Pemerintah pun kian optimis gerak pemulihan ekonomi negara akan semakin laju. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan menyebut Indonesia jadi salah satu negara yang berhasil mengendalikan krisis akibat pandemi Covid-19. Jokowi berkata ada dua krisis yang ditimbulkan pandemi, yaitu krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Menurutnya, dua krisis itu telah mampu ditangani Indonesia.

"Kita bersyukur, Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik," kata Jokowi saat memberi sambutan secara virtual pada Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI), Senin (25/1).

Meski begitu, Jokowi mengakui permasalahan belum selesai. Dia menyadari pandemi belum sepenuhnya berakhir. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tetap meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Hingga hari ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 999.256 atau hampir satu juga kasus. Sementara, pasien yang meninggal dunia sebanyak 28.132 orang. Di saat yang sama, pemerintah berupaya menangani krisis kesehatan.

Menurut Jokowi, salah satu jalan yang akan ditempuh adalah vaksinasi. Dia memastikan pemerintah bersiap menyuntik vaksin secara massal. "Kita sudah memesan 426 juta dosis vaksin dari 4 perusahaan dan negara yang berbeda. Kita telah menyiapkan 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas, dan 3 ribu rumah sakit yang akan mendukung vaksinasi kepada kurang lebih 181,5 juta rakyat Indonesia," ucap Jokowi.(cnn/dtc)


Komentar