Joune Ganda Teladani dan Lanjutkan Perjuangan Ibu Maria Walanda Maramis


Airmadidi, MS

“Alangkah pahitnya bila kita hanya menyerah pada kelemahan, atau kekurangan perhatian orang lain terhadap hati nurani, serta seluruh rencana dan gagasan kita” (Maria Walanda Maramis).

Hari ini adalah hari kelahiran Ibu kita, Ibu Maria Walanda Maramis. Beliau dilahirkan di Kema, Minahasa Utara pada 1 Desember 1872. Hari ini adalah tepat 148 tahun kelahirannya. Melalui kegigihan, kesabaran, dan perjuangan beliaulah, hari ini kita bisa menyaksikan bagaimana pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh generasi. “Tidak hanya itu, bahkan partisipasi politik yang sebelumnya hanya diberikan kepada kaum laki-laki, hari ini kaum perempuanpun memiiki hak untuk berpartisipasi di dalam politik. Beliau adalah Kartininya Minahasa Utara. Bahkan, beliau adalah pengagum Kartini yang perjuangannya bahkan melampaui Kartini,” cerita Joune Ganda, setelah mempelajari sejarah perjuangan Maria Walanda Maramis.

“Pada hari ulang tahun Ibu Maria Walanda Maramis hari ini, 1 Desember 2020, saya ingin mengajak kepada seluruh masyarakat, terutama di Minahasa Utara, untuk merefleksikan perjalanan hidup beliau, menyerap nilai dan intisari dari perjuangan beliau, selanjutnya meneladani dan melanjutkan perjuangan beliau.
Ibu Maria Walanda Maramis telah membuka dan membuatkan jalan menuju masa depan untuk generasi terutama di Minahasa Utara,” lanjut JG yang juga masih memiliki keturunan darah Maramis ini.

Bagi dirinya, tugas dan tanggung jawab kita adalah menterjemahkan ulang ide dan semangat beliau, mengkontekstualisasikannya dengan persoalan dan kebutuhan nyata hari ini, dan memperjuangkannya sebagai penghormatan kita kepada beliau sekaligus wujud tanggung jawab kita
terhadap masa depan Minahasa Utara dan manusianya.
Di dunia pendidikan, kita harus turut memastikan keadilan, pemerataan, dan kualitas pendidikan bagi setiap generasi tanpa kecuali. Di dunia politik, kita harus turut berpartisipasi secara aktif dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan bermartabat. Kemudian di dunia kehidupan rumah tangga, setiap kita diharapkan mampu menciptakan suasana dan keluarga yang harmonis. Memastikan di setiap rumah di Minahasa Utara menjadi sekolah bagi anak-anak kita, menjadi tempat mengajar bagi para orang tua, dan menjadi ruang praktek sehari-hari dari implementasi nilai-nilai agama dan kearifan lokal.

“Bahwa ucapan terimakasih sekaligus wujud penghormatan terbaik yang kita berikan kepada Ibu Maria Walanda Maramis adalah dengan meneladani dan melanjutkan perjuangannya. Di manapun, kapanpun, dan kepada siapapun.
Sebagai bagian dari keluarga besar Maramis, sebagai generasi yang juga mengalir darah Ibu Maria Walanda Maramis di dalam diri saya, tentu saja yang akan menjadi komitmen penuh saya adalah meneladani dan melanjutkan perjuangan beliau,” ungkap JG sembari berikhtiar.
“Apapun yang telah diperjuangkan oleh beliau, dan itu baik, tentu itu akan saya lanjutkan, perjuangkan kembali. Dan jika ada perjuangan beliau yang masih belum terwujud, maka komitmen saya adalah mewujudkannya. Saya yakin, apa yang diperjuangkan oleh Ibu Maria Walanda Maramis dengan segala tantangan hingga akhir hidup beliau, semata-mata adalah untuk masyarakat Minahasa Utara, untuk masa depan bangsa Indonesia. Dan saya, sekali lagi, akan teladani dan lanjutkan itu,” janji Joune Ganda.(risky)


Komentar