PWI Tomohon Dorong Wartawan Jaga Independensi dan Integritas dalam Pilkada 2024
Tomohon,MS
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tomohon menggelar acara peningkatan kompetensi dan integritas wartawan untuk menghadapi Pilkada 2024. Acara ini dihadiri oleh Ketua PWI Tomohon, Terry Wagiu; Ketua PWI Sulawesi Utara, Drs. Vocke Lontaan; serta Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Tomohon, Ir. Fereydi Kaligis, MAP. Para pembicara dalam kegiatan ini menekankan pentingnya peran wartawan dalam menjaga kode etik jurnalistik dan netralitas selama proses pemilu.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Tomohon, Terry Wagiu, menekankan bahwa wartawan harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan menjaga independensi selama Pilkada. Menurutnya, wartawan memiliki peran penting dalam mengawal demokrasi dan harus tetap berdiri di tengah, tanpa berpihak.
"Di masa Pilkada ini, wartawan harus berpegang pada kode etik jurnalistik dan menjaga independensi. Jangan sampai berita yang ditulis menjadi alat kampanye bagi kandidat tertentu. Wartawan adalah pilar penting dalam demokrasi yang sehat," kata Terry Wagiu.
Ketua PWI Sulut, Drs. Vocke Lontaan, turut menekankan peran wartawan sebagai "wasit" dalam Pilkada, namun ia mengingatkan agar wartawan tidak terlibat dalam politik praktis. Pun jika ada maka harus nonaktif.
"Wartawan adalah juga wasit dalam Pilkada. Namun, wartawan harus tetap profesional dan jangan terlibat dalam politik praktis. Atau harus nonaktif sebagai wartawan. Tugas kita adalah memberi informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat," jelas Vocke Lontaan.
Sementara itu, Pjs Walikota Tomohon, Ir. Fereydi Kaligis, MAP, dalam sambutannya mengingatkan peran penting media dalam membentuk opini publik. Menurutnya, wartawan yang berkompeten adalah mereka yang mampu menyajikan berita yang terpercaya, memberikan informasi positif, dan menjaga kedamaian selama Pilkada.
"Media bisa merubah pola pikir masyarakat dan mempengaruhi keputusan mereka. Wartawan yang berkompeten adalah mereka yang menyajikan berita yang dapat dipercaya, membawa kedamaian, dan memberikan informasi yang jelas," ujar Fereydi Kaligis.
Ia juga mengingatkan agar wartawan menghindari pemberitaan yang cenderung negatif atau provokatif terhadap pasangan calon (paslon). Menurut Kaligis, wartawan sebaiknya fokus menyampaikan visi dan misi paslon agar masyarakat dapat menikmati pesta demokrasi dengan sukacita.
"Dalam menghadapi Pilkada, wartawan tidak boleh menyudutkan paslon. Lebih baik menyampaikan visi dan misi agar masyarakat bisa menikmati pesta demokrasi dengan riang dan gembira. Jangan menjadi wartawan yang menyebarkan berita tendensius, tanpa narasumber jelas, atau bahkan hoaks. Hormati asas praduga tak bersalah, dan jaga keseimbangan berita agar semuanya jelas," tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Fereydi berpesan kepada para wartawan, "Jangan sampai jemari kita yang mengetik berita membawa kita ke penjara."
Dengan adanya pertemuan ini, PWI Tomohon diharapkan mampu menjadi pemersatu di antara media-media di Tomohon dan bersinergi dengan pemerintah untuk menyajikan informasi yang akurat dan seimbang kepada masyarakat selama Pilkada 2024.
Di penghujung acara tersebut, hadir juga pemateri, Kepala Kesbangpol Stenly Mokorimban, Kadis Kominfo Novi Politon dari Wakil Ketua PWI Sulut, Donald Kuhon. (RommyKaunang)










































Komentar